Pertamina Patra Niaga Proyeksikan Konsumsi BBM Naik 2,3 Persen Pada Periode Nataru 2025-2026
Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh layanan energi di Indonesia siap menghadapi lonjakan permintaan masyarakat, menjelang libur Nataru
Ringkasan Berita:
- Pertamina telah menyiapkan berbagai strategi layanan untuk memastikan distribusi energi tetap lancar selama periode libur panjang
- Pertamina memproyeksikan adanya kenaikan kebutuhan energi di beberapa sektor seperti BBM yang naik sekitar 2,3 persen, LPG naik 3,3 persen dan Avtur naik 2,4 persen
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh layanan energi di Indonesia siap menghadapi lonjakan permintaan masyarakat, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi layanan untuk memastikan distribusi energi tetap lancar selama periode libur panjang.
Roberth memproyeksikan adanya kenaikan kebutuhan energi di beberapa sektor seperti BBM yang naik sekitar 2,3 persen, LPG naik 3,3 persen dan Avtur naik 2,4 persen.
Baca juga: Hentikan Mafia Migas, Akademisi: Pertamina Harus di Bawah Kendali Presiden
"Kami prediksikan kenaikan konsumsi dari sisi energinya. Yang pertama, walaupun tidak setinggi pada saat Satgas Rafi yang sedang dilakukan, tapi tetap ada peningkatan kurang lebih sekitar 2,3 persen untuk produk gasolin," ujar Roberth dalam Konferensi Pers di Gedung Pertamina, Rabu (26/11/2025).
Roberth menyebut, konsumsi minyak tanah juga turut naik 6,2 persen utamanya di wilayah-wilayah yang masih menggunakan minyak tanah. Namun, konsumsi gas oil/solar justru turun 2,8 persen karena pembatasan operasi truk non-kebutuhan pokok selama libur.
"Ini karena biasanya kendaraan-kendaraan truk atau truk operasional yang kemudian selain sembako dan kepentingan umum itu biasanya dibatasi untuk tidak beroperasi," jelasnya.
Adapun Roberth memprediksi puncak arus liburan Natal diprediksi terjadi pada 24–25 Desember 2025, sementara puncak arus Tahun Baru akan terjadi pada 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026. Setelah itu, diperkirakan terjadi arus balik pada 2–4 Januari 2026.
Untuk menjamin kelancaran distribusi, Pertamina Patra Niaga menyiagakan infrastruktur energi di seluruh Indonesia, di antaranya 7.885 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disiagakan secara nasional.
Lalu, 6.777 Pertashop dan 6.634 agen LPG disiagakan. Ini didukung oleh 726 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) serta 223 agen minyak tanah.
"Nah pada saat nanti di Satgas Nataru, kita juga siapkan akan ada sekitar 1.866 SPBU, tentunya pasti ini juga terkonsentrasi di daerah jalur mudik atau balik, itu yang akan beroperasi 24 jam," imbuhnya.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman, menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 meski potensi cuaca ekstrem diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, antisipasi cuaca rutin dilakukan setiap tahun. Untuk itu, Pertamina melakukan penguatan stok jauh sebelum masa puncak permintaan.
"Antisipasi cuaca kan itu memang sudah tahunan ya, jadi kita harus build up stop jauh-jauh hari khususnya itu tempat-tempat yang posisinya jauh, pulau-pulau yang agak terpencil," ujar Simon usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (19/11/2025).
Baca juga: Takut Ditanya-tanya, Eks Manager Pertamina Internasional Shipping Akui Hapus Chat dengan Atasannya
"Itu tentunya kita harus build up stop dari minggu-minggu sebelumnya," imbuhnya menegaskan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Corporate-Secretary-Pertamina-Patra-Niaga-Roberth-MV-Dumatubun.jpg)