Senin, 8 Juni 2026

Disrupsi Jadi Ujian Kepemimpinan, Mekari Talenta Dorong Bisnis Bertransformasi

Disrupsi teknologi dan perubahan pasar yang kian cepat kini bukan lagi sekadar tantangan, melainkan ujian nyata bagi kepemimpinan bisnis di Indonesia

Tayang:
Editor: Dodi Esvandi
HO/IST/Abdi Ryanda Shakti
Sandiaga Uno saat tampil menjadi pembicara dalam forum “Navigating Disruption for Accelerated Revenue & Optimized Performance” di Hotel Borobudur Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Disrupsi teknologi dan perubahan pasar yang kian cepat kini bukan lagi sekadar tantangan, melainkan ujian nyata bagi kepemimpinan bisnis di Indonesia. 

Banyak perusahaan masih terjebak pada pola bertahan, padahal kompetisi global menuntut kecepatan eksekusi dan keberanian mengambil keputusan berbasis data.

Dalam forum “Navigating Disruption for Accelerated Revenue & Optimized Performance” di Hotel Borobudur Jakarta, puluhan pemimpin lintas industri membahas bagaimana organisasi bisa menjadikan disrupsi sebagai momentum pertumbuhan. 

Diskusi menyoroti masalah klasik: transformasi yang tertunda, budaya kerja yang birokratis, hingga kepemimpinan yang belum seirama.

Chief Operating Officer Mekari, Arvy Egadipoetra, menegaskan bahwa peran HR kini tak lagi sebatas administrasi. 

“Dengan transformasi HR yang didorong data dan AI, Mekari Talenta bukan hanya mempermudah proses administrasi. Kami mengubah peran HR menjadi strategic business partner yang memungkinkan perusahaan merespons disrupsi dengan cepat, tetap agile, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Sandiaga Uno, yang melihat disrupsi sebagai pemicu inovasi. 

Baca juga: Potensi Rp1.000 Triliun, Akademisi Minta KIK Jadi Senjata Ekonomi Kreatif Indonesia

“Jika kepemimpinan mengadopsi pemikiran bahwa disrupsi adalah bagian dari peningkatan, maka justru disrupsi itu akan menjadi pemicu inovasi yang bisa dilakukan oleh para talenta kita,” katanya.

Selain soal teknologi, forum ini juga menyoroti kesejahteraan SDM. 

Mekari Talenta menggandeng DPLK Simas Jiwa melalui integrasi program pensiun MyPension ke dalam platform benefit karyawan Mekari Flex. 

Managing Partner KKA GD, I Gde Eka Sarmaja, menekankan pentingnya keseimbangan antara adequacy, affordability, dan sustainability dalam sistem pensiun agar karyawan terlindungi secara finansial jangka panjang.

Plt. Direktur Aplikasi Kemenekraf, Wahyu Wicaksono, menambahkan: “Ekonomi kreatif tidak akan tumbuh hanya dengan ide, tetapi dengan eksekusi yang disiplin dan manajemen talenta yang sehat.”

Data internal Mekari menunjukkan, retensi karyawan bisa meningkat hingga 50 persen bila perusahaan menerapkan manajemen kinerja terstruktur. 

Temuan ini menegaskan bahwa loyalitas dan produktivitas hanya bisa tumbuh bila organisasi berani mengubah mindset dari bertahan menjadi menang.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved