Kamis, 11 Juni 2026

Natal dan Tahun Baru 2026

Operasi Nataru Dimulai! KAI dan KNKT Sisir Jalur Utara–Selatan, Mitigasi Cuaca Ekstrem Diperketat

Langkah ini jadi bagian krusial dari upaya KAI untuk memastikan semua prasarana, sarana, dan layanan stasiun berada di kondisi terbaik sebelum Nataru.

Tayang:
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: willy Widianto
Tribunnews/Nitis Hawaroh
INSPEKSI JALUR KA - Menjelang masa angkutan Nataru, KAI telah menyelesaikan rangkaian inspeksi jalur menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada 2—4 Desember 2025. 
Ringkasan Berita:
  • KAI memeriksa kondisi jalur, wesel, jembatan, sinyal, hingga fasilitas layanan di stasiun.
  • KAI juga menempatkan 19 lokomotif, 17 kereta pembangkit, 3 crane, serta 2.483 petugas tambahan di titik-titik strategis.
  • Posko Terpadu Nataru kini beroperasi penuh untuk memantau perjalanan kereta secara real time.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang periode mobilitas terbesar di penghujung tahun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali memperkuat kesiapan operasionalnya melalui rangkaian inspeksi jalur berskala besar menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS).

Baca juga: 19 Kilometer Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Pandeglang Akan Kembali Diaktifkan 2026

Selama tiga hari, mulai dari tanggal 2—4 Desember 2025, inspeksi dilakukan menyusuri dua lintasan utama Pulau Jawa. Langkah ini menjadi bagian krusial dari upaya KAI untuk memastikan seluruh prasarana, sarana, dan layanan stasiun berada dalam kondisi terbaik sebelum Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, saat jumlah penumpang diprediksi melonjak dan kebutuhan transportasi massal meningkat drastis.

Inspeksi di lintas utara dimulai dari Stasiun Gambir menuju Cikampek, Cirebon, Tegal, Semarang Tawang, Cepu, Surabaya Pasar Turi, hingga Surabaya Gubeng. Perjalanan berlanjut ke Bangil, Jember, Kalisetail, hingga berakhir di Ketapang. Jalur ini merupakan salah satu koridor mobilitas terbesar, menghubungkan pusat ekonomi dan jalur distribusi logistik yang menopang aktivitas masyarakat dan industri.

Sementara itu, lintas selatan yang memiliki kontur lebih menantang dilalui mulai dari Bandung menuju Warungbandrek, Cipeundeuy, Karangpucung, Banjar, Gandrungmangun, Kroya, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo Balapan. Setelah itu rombongan bergerak ke Walikukun, Madiun, Tulungagung, Blitar, Wlingi, Malang Kota Lama, Malang, Sengon, dan berakhir di Surabaya Gubeng.

Baca juga: Jalur Kereta Api Iran-China Resmi Beroperasi, Teheran Bongkar Blokade Ekonomi Amerika Serikat

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono turut terlibat dalam inspeksi jalur ini. Ia menekankan bahwa kesiapan menghadapi cuaca ekstrem merupakan prioritas utama, mengingat tingginya potensi gangguan seperti banjir, longsor, serta perubahan stabilitas tanah pada beberapa titik jalur kereta.

“Kami memastikan rekomendasi keselamatan yang pernah disampaikan KNKT telah dijalankan sepenuhnya, terutama untuk mencegah terulangnya kecelakaan dengan penyebab yang sama,” ujar Soerjanto, Kamis (4/12/2025).

Ia menambahkan bahwa sejumlah wilayah rawan, terutama di Jawa Timur, memerlukan pengawasan ekstra karena tingginya curah hujan dapat memengaruhi rel, jembatan, hingga tebing yang berada dekat rel. Temuan di lapangan menunjukkan pengawasan berjalan aktif dan mitigasi dilakukan cepat setiap kali ada indikasi kerawanan.

Wakil Direktur Utama KAI, Dody Budiawan, menegaskan bahwa periode Nataru merupakan fase operasional paling krusial bagi KAI. Tingginya mobilitas masyarakat membuat perusahaan harus memastikan seluruh aspek berjalan tanpa celah, terutama terkait keselamatan.

“Keselamatan adalah prinsip tanpa kompromi. Semua perjalanan harus dipastikan aman, dan setiap petugas wajib siap siaga. Temuan di lapangan harus segera ditindaklanjuti,” tegas Dody.

Dalam inspeksi ini, KAI memeriksa kondisi jalur, wesel, jembatan, sinyal, hingga fasilitas layanan di stasiun. Sepanjang 2025, KAI telah meningkatkan keandalan prasarana dengan memasang 84.525 meter rel baru, 189.883 meter kubik batu kricak, serta 12.084 batang bantalan sintetis pada jembatan baja.

Baca juga: 13 Stasiun Kereta Api yang Melayani Pendaftaran Angkutan Motor Gratis Natal dan Tahun Baru

Untuk mendukung antisipasi potensi gangguan, KAI juga menempatkan 19 lokomotif, 17 kereta pembangkit, 3 crane, serta 2.483 petugas tambahan di titik-titik strategis.

Selain itu, Posko Terpadu Nataru kini beroperasi penuh untuk memantau perjalanan kereta secara real time dan memastikan koordinasi antardivisi berlangsung cepat, tepat, dan responsif.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved