Genjot Hilirisasi, Stania Ekspor Perdana 5 Ton Timah Solder ke India
Ekspor perdana dilakukan pada 20 November 2025, sebanyak 5 ton diberangkatkan menuju India dengan produk yang dikirim merupakan timah solder.
Ringkasan Berita:
- Ekspor perdana dilakukan pada 20 November 2025, sebanyak 5 ton diberangkatkan menuju India.
- Produk yang dikirim merupakan jenis SC007, yaitu timah solder dengan komposisi 99,3 persen timah dan 0,7% tembaga.
- Ekspor logam timah dari Indonesia per September 2025 sudah mencapai 37.551 ton.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) melakukan ekspor perdana untuk produk timah solder batang (tin solder bar) sebanyak 5 ton ke India pada 20 November 2025.
Direktur PT STANIA An Sudarno mengatakan, produk yang dikirim merupakan jenis SC007, yaitu timah solder dengan komposisi 99,3% timah dan 0,7% tembaga, yang memiliki performa tinggi, daya rekat stabil, serta kualitas memenuhi standar industri manufaktur global.
Produk ini juga diolah menggunakan bahan baku ingot Enviro Tin dari perusahaan induk, Arsari Tambang, yakni timah rendah karbon yang diproduksi dengan pemanfaatan energi terbarukan.
Dengan demikian, kata Sudarno, produk STANIA tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan sesuai trend global menuju rantai pasok berkelanjutan.
"Ekspor perdana ini tidak hanya menandai langkah penting dalam memperluas jangkauan pasar internasional, tetapi juga menjadi wujud nyata dukungan perusahaan terhadap program hilirisasi pemerintah Presiden Prabowo, di mana peningkatan nilai tambah mineral melalui pengolahan dan pemurnian menjadi fokus utama pembangunan nasional," papar Sudarno.
Menurutnya, pada tahun depan perseroan menargetkan penjualan produk timah sebesar 600 ton, dengan perluasan pasar ekspor.
"Negara yang kami bidik setelah India adalah China, Vietnam, Thailand, Korea, Jepang, Amerika Serikat," ucap Sudarno.
Melalui pengiriman produk olahan berkualitas ini, Sudarno menyebuy, perusahaan berkontribusi langsung pada penguatan industri nasional serta peningkatan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global.
"Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan produk berstandar tinggi dan mendukung pertumbuhan industri manufaktur, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional," ujarnya.
Diketahui, Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) mencatat ekspor logam timah dari Indonesia per September 2025 sudah mencapai 37.551 ton.
Nilai transaksi ekspor timah nasional hingga kuartal III-2025 atau September sudah mencapai US$ 1,16 miliar.
Nilai ekspor tersebut naik 20% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar US$ 922,1 juta. Kenaikan ini dipengaruhi oleh faktor produksi dan kenaikan harga rata-rata timah global menjadi pendorongnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ekspor-timah-solder-ke-India.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.