Minggu, 26 April 2026

5 Populer Internasional: PM Jepang Tolak Kepemilikan Senjata Nuklir - Kereta di India Tabrak Gajah

Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal internasional dalam 24 jam terakhir, di antaranya PM Jepang yang menolak kepemilikan senjata nuklir

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Kantor Urusan Publik Kabinet Jepang; Pexels; Tangkap layar YouTube Guardian News; Tangkap layar YouTube NDTV
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Perdana Menteri Shigeru Ishiba menyampaikan pidato debat umum di Majelis Umum PBB pada Selasa (23/9/2025); Ilustrasi bendera Pakistan diunduh dari Pexels; Tangkap layar YouTube Guardian News, memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menjadi pembicara di Valdai Discussion Club di Sochi, Kamis (2/10/2025); Tangkap layar lokasi kecelakaan kereta api di India yang menewaskan 7 gajah. Inilah rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir. 

Ringkasan Berita:
  • Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal internasional dalam 24 jam terakhir, di antaranya PM Jepang yang menolak kepemilikan senjata nuklir
  • Sementara itu, kecelakaan kereta api di India menewaskan kawanan gajah
  • Di Pakisan, tingkat pengangguran naik menjadi 7,1 persen pada 2024–2025, tertinggi dalam dua dekade.


TRIBUNNEWS.COM -
Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal internasional dapat disimak di sini.

Mantan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menegaskan bahwa kepemilikan senjata nuklir tidak akan pernah menjadi hal positif bagi Jepang

Sementara itu, sebuah kereta ekspres berkecepatan tinggi di India menabrak kawanan gajah yang tengah melintasi rel dini hari.

Berikut berita populer internasional selengkapnya.

1. Ishiba Tolak Kepemilikan Senjata Nuklir: 'Tak Akan Pernah Jadi Nilai Tambah bagi Jepang'

Mantan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menegaskan bahwa kepemilikan senjata nuklir tidak akan pernah menjadi hal positif bagi Jepang, menanggapi pernyataan kontroversial seorang pejabat Kantor Perdana Menteri yang menyebut Jepang seharusnya memiliki senjata nuklir.

Ishiba menyampaikan pandangannya saat tampil secara langsung dalam program berita khusus FNN Kyushu and Okinawa News Special 2025 yang disiarkan Fuji TV dari studio TNC di Kota Fukuoka, Sabtu (20/12/2025).

PM JEPANG - Foto diunduh dari Kantor Urusan Publik Kabinet Jepang, Kamis (25/9/2025). Perdana Menteri Shigeru Ishiba menyampaikan pidato debat umum di Majelis Umum PBB pada Selasa (23/9/2025).
PM JEPANG - Foto diunduh dari Kantor Urusan Publik Kabinet Jepang, Kamis (25/9/2025). Perdana Menteri Shigeru Ishiba menyampaikan pidato debat umum di Majelis Umum PBB pada Selasa (23/9/2025). (Foto: Kantor Urusan Publik Kabinet Jepang)

“Saya tidak tahu siapa yang mengucapkan pernyataan itu, dan disebut sebagai pandangan pribadi yang disampaikan secara off-the-record. Namun, bila Jepang memiliki senjata nuklir, maka Jepang harus keluar dari NPT dan juga meninggalkan kerangka kerja IAEA (Badan Energi Atom Internasional),” kata Ishiba.

Menurutnya, langkah tersebut justru akan membuat kebijakan nuklir Jepang yang selama ini mendukung penggunaan energi nuklir secara damai menjadi tidak layak.

Sebelumnya, pada 18 Desember, seorang pejabat Kantor Perdana Menteri yang menangani keamanan menyampaikan kepada wartawan bahwa “Jepang seharusnya memiliki senjata nuklir”. Pernyataan ini langsung memicu gelombang kritik luas di dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekretaris Kabinet Kihara Seiji menegaskan kembali bahwa pemerintah Jepang tetap berpegang pada Tiga Prinsip Non-Nuklir, yakni tidak memiliki, tidak memproduksi, dan tidak membawa senjata nuklir ke wilayah Jepang.

Ishiba juga mengakui bahwa dari sisi teori pertahanan, kepemilikan senjata nuklir memiliki implikasi keamanan. Namun ia menekankan bahwa secara keseluruhan, manfaatnya tidak sebanding dengan kerugian politik, diplomatik, dan moral.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Ledakan Angkatan Kerja Picu Krisis Pengangguran di Pakistan

Tingkat pengangguran di Pakistan melonjak tajam dan mencapai level tertinggi dalam 21 tahun terakhir.

Mengutip Pakobserver, Minggu (20/12/2025), angka pengangguran tercatat naik menjadi 7,1 persen pada tahun fiskal 2024–2025.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja (LFS) terbaru yang dirilis Biro Statistik Pakistan (PBS), jumlah pengangguran meningkat dari sekitar 4,5 juta orang pada 2020–2021 menjadi hampir 5,9 juta orang pada 2024–2025. Artinya, terdapat tambahan sekitar 1,4 juta pengangguran dalam empat tahun terakhir.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved