Selasa, 19 Mei 2026

Menperin Minta Bus Jemaah Haji dan Umrah Pakai Karoseri Indonesia

Menperin mendorong agar layanan pengangkutan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi menggunakan bus-bus produksi Indonesia.

Tayang:
Dewi Agustina/Tribunnews
TRANSPORTASI JEMAAH UMRAH - Menperin mendorong agar layanan pengangkutan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi menggunakan bus-bus produksi Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • Menperin mendorong agar layanan pengangkutan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi menggunakan bus-bus produksi Indonesia.
  • Selain bus, produk lain dari Indonesia seperti makanan dan minuman juga dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan para jemaah haji dan umrah.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan keinginannya agar pengangkutan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi menggunakan bus-bus produksi Indonesia.

Menurut Agus, kebutuhan bus untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah sangat besar mengingat jumlah jemaah yang harus dimobilisasi setiap tahunnya.

Pada 2024, menurut data Pemerintah Arab Saudi, total ada 1,8 juta orang yang berangkat haji. Indonesia merupakan negara dengan pengirim jemaah terbanyak dengan jumlah 241 ribu.

"Yang saya tahu, Arab Saudi tidak memproduksi bus. Dia mengimpor bus untuk melayani jemaah dari seluruh dunia," katanya di acara Business Matching Produk Dalam Negeri di Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025).

Ia menilai kualitas bus buatan Indonesia tidak kalah dibandingkan produk luar negeri. "Kenapa nggak bus-busnya kita isi dari Indonesia? Bus-bus kita bagus-bagus kok, karoseri-karoserinya bagus-bagus," ujar Agus.

Selain bus, produk lain dari Indonesia seperti makanan dan minuman juga dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan para jemaah haji dan umrah sekaligus ikut masuk dalam rantai pasok.

"Mengingat potensi pasarnya yang begitu besar dan juga Indonesia merupakan negara muslim yang sangat besar, sehingga pasti jemaah haji dan jemaah umrahnya banyak dari Indonesia," jelasnya.

Baca juga: Danantara Akuisisi Hotel 1.461 Kamar dan Lahan 4,4 Hektare di Makkah

Melalui skema business matching, Agus menargetkan terbangunnya kemitraan industri yang berkelanjutan dan kesesuaian spesifikasi produk dengan kebutuhan jemaah haji dan umrah.

Menurut Agus, bagi penyelenggara serta jemaah haji dan umrah, ketika belanja barang-barangnya berasal dari produk-produk nasional, mereka bsia mendapat dua pahala.

Pahala yang pertama berasal dari ibadah haji atau umrah itu sendiri. Pahala kedua karena dia bisa melindungi industri dalam negeri yang artinya melindungi pekerja-pekerja Indonesia.

Baca juga: Pengelolaan Dana Haji Difokuskan ke Aset Umrah di Makkah dan Madinah

"Termasuk dia juga bisa menciptakan industri, menciptakan lapangan kerja di Indonesia bagi saudara-saudaranya," kata Agus.

"Jadi ada dua pahala ketika kita mau melibatkan industri dalam negeri dalam pengadaan kebutuhan haji dan umrah," kata dia.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved