Selasa, 12 Mei 2026

Amerika Percepat Pemanfaatan Panas Bumi, Indonesia Hadapi Tantangan Infrastruktur

Panas bumi berpeluang menjadi motor penggerak utama pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.

Tayang:
(Ho/Campus League)
ENERGI PANAS BUMI - Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt milik Star Energy Geothermal di Sukabumi, Jawa Barat (4/4/2018). Pemanfaatan energi panas bumi kian menjadi perhatian global seiring meningkatnya kebutuhan listrik bersih dan stabil, terutama di era kecerdasan buatan. Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menilai, panas bumi berpeluang menjadi motor penggerak utama pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia 

Menurutnya, sistem ketenagalistrikan nasional masih didominasi energi fosil, khususnya batu bara.

Belajar dari AS: Panas Bumi Jadi Energi Strategis

Di tingkat global, Amerika Serikat terus mempercepat pengembangan energi panas bumi.

Dengan kapasitas terpasang mencapai 3,93 GW, AS menjadi negara dengan pemanfaatan panas bumi terbesar di dunia.

Berbeda dengan energi surya dan angin yang bergantung pada cuaca, panas bumi menawarkan pasokan listrik yang stabil dan bebas emisi karbon.

Kondisi ini menjadikannya menarik bagi perusahaan teknologi berskala besar seperti Google dan Meta, yang membutuhkan listrik berkelanjutan untuk operasional pusat data.

Pada 2023, Google mengumumkan pemanfaatan teknologi panas bumi tingkat lanjut untuk mendukung kebutuhan listrik data center, menandai peran strategis panas bumi dalam transisi energi sektor teknologi.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved