Sabtu, 10 Januari 2026

Edena Beber Kredit Karbon di Konferensi Internasional Carbon Digital Bandung

Ekosistem pasar karbon kini berkembang pesat dan pembiayaan iklim perlu dipercepat melalui infrastruktur digital yang inovatif.

(Ho/Campus League)
PASAR KARBON - CEO Edena Capital Nusantara, Wook Lee konferensi internasionalCarbon Digital Conference (CDC) 2025 bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) pada 8–9 Desember di Bandung. 
Ringkasan Berita:
  • Edena Capital Nusantara menjadi co-host konferensi internasional tentang karbon Carbon Digital Conference (CDC) 2025 bersama Indonesia Carbon Trade Association di Bandung.
  • Konferensi ini jadi kesempatan untuk mengembangkan infrastruktur pasar karbon di 70 negara dengan dukungan penuh Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, hingga Kementerian Kehutanan.
  • Ekosistem pasar karbon kini berkembang pesat dan pembiayaan iklim perlu dipercepat melalui infrastruktur digital yang inovatif.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Edena Capital Nusantara menjadi co-host konferensi internasional tentang karbon Carbon Digital Conference (CDC) 2025 bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) pada 8–9 Desember di Bandung.

Sebagai Ultimate Sponsor dan Co-Host eksklusif dari KTT yang didukung pemerintah ini, EDENA menunjukkan peran krusialnya dalam

Konferensi ini dipandang penting karena menjadi kesempatan untuk mengembangkan infrastruktur pasar karbon di 70 negara dengan dukungan penuh Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Baca juga: Pasar Karbon Dunia Mengeras, Indonesia Tak Bisa Lagi Andalkan Hutan Saja

Konferensi dua hari ini menghadirkan 400 pemimpin global, termasuk Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Walikota Bandung Muhammad Farhan serta duta besar dari Rusia, Korea, dan Inggris; serta delegasi dari Provinsi Hainan, Tiongkok.

Peserta korporasi yang hadir antara lain dari perwakilan BP, Shell, ExxonMobil, POSCO, Hyundai E&C, serta perwakilan dari World Bank IFC, KOTRA, dan JETRO.

CEO Edena Capital Nusantara, Wook Lee mempresentasikan visi perusahaan untuk menghubungkan negara-negara berkembang yang kaya karbon dengan modal institusional global.

Pada hari kedua, VP Edena, Yayang Ruzaldy tampil sebagai keynote speaker dan meresmikan kemitraan strategis melalui penandatanganan MOU dengan IDCTA. “Pasar karbon telah mencapai titik balik di mana kredit karbon menjadi kelas aset yang sesungguhnya,” kata Wook Lee.

“Seperti halnya pemerintah Korea yang baru-baru ini memberikan manfaat kredit karbon kepada pemilik kendaraan listrik perorangan, kita menyaksikan transformasi global di mana aksi lingkungan diterjemahkan langsung menjadi nilai ekonomi," ungkapnya.

Dia menyampaikan, Edena membangun infrastruktur untuk memfasilitasi transformasi ini di 70 negara.

Konferensi ini secara intensif mendiskusikan kerangka regulasi pasar karbon Indonesia, perkembangan proyek CCS/CCUS global, dan kerja sama pasar karbon trilateral antara Korea, Jepang, dan Indonesia.

Sesi Carbon Bazaar memamerkan 15 proyek karbon besar, sementara segmen Business Matching memfasilitasi negosiasi langsung antara pengembang proyek dan investor.

Wook Lee menambahkan, perusahaannya memiliki posisi strategis membentang dari Indonesia sebagai hub ASEAN hingga Mesir sebagai gerbang ke pasar Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) dan pasar Afrika.

Perusahaan ini mengembangkan bursa efek digital yang disetujui pemerintah di berbagai yurisdiksi, melakukan tokenisasi tidak hanya kredit karbon tetapi juga ekuitas perusahaan, emas, real estat, dan aset dunia nyata lainnya.

Menurut dia, keberhasilan perusahaan menjadi co-host CDC 2025 memperkuat kepemimpinan Edena dalam ekosistem pasar karbon yang berkembang pesat dan komitmennya untuk mempercepat pembiayaan iklim melalui infrastruktur digital yang inovatif.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved