Buka Perwakilan di Beijing, Formas Targetkan Perluasan Lapangan Kerja via Investasi
Buka kantor di Beijing! Formas bidik investasi raksasa Tiongkok demi lapangan kerja. Simak tren modal US$34 miliar yang masuk RI. Klik!
Ringkasan Berita:
- Jembatan Ekonomi: Perwakilan resmi dibuka di Beijing, percepat investasi dan transfer teknologi ke Indonesia.
- Target Masif: Fokus ke ekonomi digital dan energi hijau demi buka ribuan lapangan kerja baru.
- Modal Raksasa: Investasi Tiongkok tembus US$34 miliar, fokus geser ke luar Jawa dan baterai listrik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) membuka kantor perwakilan di Beijing, Tiongkok, sebagai langkah strategis memperkuat jembatan ekonomi bilateral.
Peresmian ini didahului dengan pertemuan bisnis yang mempertemukan puluhan perusahaan Tiongkok guna membicarakan peluang dan komitmen investasi di sektor-sektor krusial nasional.
Ketua Umum Formas, Yohanes Handojo Budhisedjati, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berperan menyinkronkan regulasi serta budaya bisnis agar investasi berjalan efektif.
"Kami membantu menghubungkan perusahaan dengan mitra lokal, termasuk pemerintah daerah dan pelaku industri, agar adaptasi pasar berjalan lancar," ujar Yohanes dalam keterangannya, Seni (16/3/2026).
Langkah ini menjadi pijakan awal untuk mengidentifikasi sektor paling siap guna pengembangan proyek percontohan yang sukses bagi kedua negara.
Senada dengan hal itu, Perwakilan Divisi Bisnis Formas, David Sebastian, menegaskan bahwa akselerasi transfer teknologi ini merupakan komitmen nyata untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya di tanah air.
Yohanes pun optimistis pasar besar Indonesia di bidang ekonomi digital, infrastruktur teknologi, dan kawasan industri akan memberikan keuntungan timbal balik yang berkontribusi pada kemajuan ekonomi kedua negara.
Baca juga: Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Diminta Efisiensi Anggaran
Perwakilan KBRI di Tiongkok, Nur Evi Rahmawati, mengapresiasi langkah ini sebagai upaya mempererat hubungan bilateral di tengah dinamika global.
Evi menekankan bahwa ekonomi digital Indonesia tetap menjadi yang paling menjanjikan di Asia Tenggara dengan dukungan 200 juta pengguna internet.
"Saya yakin kita akan mencapai hasil lebih baik di tahun 2026. Indonesia bukan hanya peluang pasar, tetapi mitra strategis jangka panjang untuk pusat kolaborasi digital global," tegasnya.
Langkah ekspansi Formas ini sejalan dengan tren investasi Tiongkok yang mencatat akumulasi US$34,19 miliar sejak 2019 hingga pertengahan 2025. Sektor industri logam dasar (hilirisasi nikel) mendominasi sebesar 42 persen, diikuti transportasi dan kimia.
Saat ini, persebaran proyek semakin ekspansif ke luar Pulau Jawa, seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang menyerap 67 persen total investasi. Memasuki periode 2025-2026, arus modal kian menguat pada sektor energi hijau dan pengembangan baterai listrik.
Keberanian memperluas jaringan hingga ke pusat ekonomi dunia hari ini adalah kunci pembuka pintu kesejahteraan rakyat melalui investasi yang berkelanjutan. Sinergi ini bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi kokoh untuk memastikan ekonomi bangsa tetap tumbuh tangguh di tengah persaingan global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Forum-Masyarakat-Indonesia-Emas-FORMAS-membuka-kantor-perwakilan-di-Beijing-Tiongkok.jpg)