Kamis, 30 April 2026

Menpar Sebut Tax Refund Dorong Wisata Belanja, Devisa Pariwisata Tembus 13,82 Miliar Dolar AS

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Tax refund memiliki makna strategis bagi pengembangan destinasi.

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
Tribunnews/Lita Febriani
PROGRAM BELANJA NASIONAL - Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di acara pembukaan BINA Indonesia Great Sale 2025 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).  

Ringkasan Berita:
 
  • Menteri Pariwisata mengatakan, kinerja pariwisata Indonesia sepanjang triwulan I hingga III 2025 menunjukkan capaian yang signifikan
  • Kementerian Pariwisata menilai kebijakan tax refund menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan kontribusi pariwisata terhadap devisa negara dan pertumbuhan ekonomi.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan pariwisata sebagai salah satu motor utama perekonomian nasional.

Di tengah tren positif kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, kebijakan yang mampu meningkatkan belanja wisatawan dinilai penting, guna memperbesar dampak ekonomi sektor ini, termasuk melalui penguatan wisata belanja.

Baca juga: Pariwisata dan Ekonomi Kawasan Pesisir Bakal Terdongkrak Imbas Pembangunan Jembatan Kabanaran

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, kinerja pariwisata Indonesia sepanjang triwulan I hingga III 2025 menunjukkan capaian yang signifikan.

"Data Average Spending per Arrival atau rata-rata pengeluaran belanja wisatawan mancanegara per kedatangan pada periode triwulan satu hingga tiga tahun 2025 mencapai angka 1.259 dolar Amerika Serikat," tutur Widiyanti dalam Opening Ceremony BINA Indonesia Great Sale 2025 di Mall Kota Kasablanka, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).

Dengan tingkat belanja tersebut, pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara. Selain devisa, sektor ini juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional

"Dengan demikian pada periode triwulan yang sama sektor pariwisata menyumbang devisa negara sebesar 13,82 miliar dolar Amerika Serikat. Pariwisata juga turut andil sebesar 3,96 persen bagi pertumbuhan angka Produk Domestic Bruto (PDB) Indonesia di periode triwulan 1-3 2025," ungkap Menpar.

Baca juga: BINA Indonesia Great Sale 2025 Digelar 18 Hari, Targetkan Transaksi Hingga Rp 30 Triliun

Kontribusi pariwisata dinilai masih berpotensi meningkat lebih besar. Data Office of Chief Economist Bank Mandiri sendiri mengestimasikan kontribusi pariwisata pada PDB dapat mencapai 14,9 persen.

Sejalan dengan agenda pesta belanja akhir tahun bertajuk BINA Indonesia Great Sale 2025, Kementerian Pariwisata menilai kebijakan tax refund menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan kontribusi pariwisata terhadap devisa negara dan pertumbuhan ekonomi.

Tax refund adalah pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari pemerintah kepada wajib pajak.

Langkah ini tidak hanya bertujuan mengembalikan pajak, tetapi juga mendorong wisatawan mancanegara membelanjakan lebih banyak uang selama berada di Indonesia.

"Dengan melihat angka-angka positif yang mengiringi pertumbuhan wisatawan mancanegara, sangat penting bagi kita untuk memahami artinya tax refund dan pariwisata kebijakan yang ada dalam agenda BINA Indonesia Great Sale 2025," terang Widiyanti.

Baca juga: Kontribusi Pajak Industri Digital Dukung Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan

Menpar menyebut, tax refund memiliki makna strategis bagi pengembangan destinasi. Bukan hanya mengembalikan pajak, tetapi berpotensi membuat wisatawan lebih lama berlibur di Indonesia.

"Dalam pariwisata, tax refund bukan sekedar pengembalian pajak, ini adalah insentif strategis untuk mendorong wisatawan berbelanja lebih banyak, tinggal lebih lama dan memilih Indonesia sebagai destinasi belanja," jelas Widiyanti.

Kementerian Pariwisata menilai, kebijakan tersebut mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi pariwisata Tanah Air secara menyeluruh.

"Dengan tax refund belanja menjadi bagian dari pengalaman wisata, produk lokal naik kelas dan daya saing destinasi meningkat. Pajaknya dikembalikan tetapi nilai ekonomi pariwisata justru bertambah," ucap Menpar Widiyanti.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved