BINA Indonesia Great Sale 2025 Digelar 18 Hari, Targetkan Transaksi Hingga Rp 30 Triliun
Sektor ritel nasional kembali mengandalkan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebagai pendorong konsumsi domestik
Ringkasan Berita:
- Pelaku usaha ritel bersama pemerintah menggelar BINA Indonesia Great Sale (BINA IGS) 2025 sebagai payung besar program belanja nasional untuk mengakselerasi transaksi di akhir tahun
- BINA Indonesia Great Sale 2025 ini akan diadakan dari tanggal 18 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sektor ritel nasional kembali mengandalkan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebagai pendorong konsumsi domestik.
Memasuki peak season kedua setelah lebaran di tahun 2025, pelaku usaha ritel bersama pemerintah menggelar BINA Indonesia Great Sale (BINA IGS) 2025 sebagai payung besar program belanja nasional untuk mengakselerasi transaksi di akhir tahun.
Baca juga: Kemenperin dan HIPPINDO Buka Akses IKM Pangan Jadi Pemasok Ritel Besar
Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat wisata belanja dalam negeri, seiring meningkatnya pergerakan wisatawan nusantara dan mancanegara sepanjang 2025.
Dukungan lintas kementerian, mulai dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan, hingga Kementerian Pariwisata, mempertegas posisi BINA IGS sebagai agenda nasional ritel dan pariwisata.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah mengatakan, BINA Indonesia Great Sale 2025 akan berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tepatnya 18 hari, dengan target transaksi Rp 30 triliun.
"BINA Indonesia Great Sale 2025 ini akan diadakan dari tanggal 18 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026 dengan target Rp 30 triliun," tutur Budihardjo saat Opening Ceremony BINA Indonesia Great Sale 2025 di Mall Kota Kasablanka, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).
Sinyal positif kenaikan belanja masyarakat sudah terlihat dari meningkatnya transaksi dalam sepekan terakhir, seiring promosi yang didukung Kementerian Pariwisata.
"Dalam minggu kemarin sudah ada peningkatan (belanja masyarakat), karena promosi sudah didukung oleh Kementerian Pariwisata," kata Budihardjo.
Menurut Budihardjo, Indonesia Great Sale berfungsi sebagai payung koordinasi nasional agar seluruh tenant, termasuk ritel dan restoran, memberikan penawaran menarik dalam satu ekosistem promosi terpadu.
"Indonesia Great Sale menjadi payung untuk memastikan seluruh tenant, karena tenantnya itu semua yang akan memberikan diskon, restoran akan memberikan potongan-potongan harga. Jadi kita satukan menjadi satu informasi koordinasi," ucapnya.
Baca juga: Bank Indonesia Sebut Belanja Masyarakat dan Investasi Jadi Penopang Ekonomi
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai, dukungan pemerintah tahun ini membuat program belanja saat Nataru menjadi lebih terstruktur dan berdampak luas.
"Khusus tahun ini, saya kira kami sangat senang sekali karena didukung, terutama diinisiasi oleh Kemenko Perekonomian, didukung dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata untuk memastikan penjualan retail di peak season kedua ini betul-betul bisa maksimal," terang Alphonzus.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menambahkan, penguatan wisata belanja sejalan dengan tren positif pergerakan wisata sepanjang 2025.
Berdasarkan data BPS, perjalanan wisatawan Nusantara Januari-Oktober 2025 mencapai 997,91 juta perjalanan, tumbuh 18,89 persen secara tahunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Opening-Ceremony-BINA-Indonesia-Great-Sale-2025.jpg)