Kamis, 14 Mei 2026

Purbaya Belum Terima Usulan Kemenperin soal Insentif Kendaraan Listrik

Selama 10 bulan pertama di tahun 2025 ekonomi Indonesia melambat, sehingga berdampak pada menurunnya penjualan mobil.

Tayang:
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews/Lita Febriani
INSENTIF EV - Usulan insentif 2026 akan disinergikan dengan agenda pengembangan ekosistem kendaraan listrik. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Keuangan belum menerima usulan, terkait insentif kendaraan listrik dari Kementerian Perindustrian.
  • Selama 10 bulan pertama di tahun 2025 ekonomi Indonesia melambat, sehingga berdampak pada menurunnya penjualan mobil.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima usulan, terkait insentif kendaraan listrik (EV) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Purbaya menegaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) nantinya akan mengkaji secara menyeluruh sebelum memutuskan menerima atau menolak usulan tersebut.

"Saya belum terima, saya enggak tahu. Saya akan lihat dulu seperti apa dan kita akan lihat juga dampak insentif sebelumnya seperti apa baik ke penjualan mobil, ke industri, ke lapangan kerja," kata Purbaya di Kejaksaan Agung, dikutip Kamis (25/12/2025).

Menkeu Purbaya mengakui, selama 10 bulan pertama di tahun 2025 ekonomi Indonesia melambat, sehingga berdampak pada menurunnya penjualan mobil.

Meski begitu, pemerintah ke depan akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. 

"Tapi yang jelas ke depan ekonomi akan kita dorong ke pertumbuhan yang lebih cepat. Harusnya penjualan mobil akan naik juga," ucap Purbaya.

"Jadi kalau kita dorong pertumbuhan ke arah 6 persen, harusnya penjualan mobil akan tumbuh bukan negatif lagi, udah positif tahun depan," imbuhnya.

Menurut Purbaya, peningkatan penjualan kendaraan bukan hanya menyoal insentif semata, namum juga faktor lain yakni perbaikan daya beli masyarakat dan ekonomi yang membaik secara menyeluruh.

Baca juga: Anies Buka Peluang Cabut Insentif Kendaraan Listrik Jika Jadi Presiden: Kebijakannya Harus Dikoreksi

"Jadi bukan karena insentif, tapi karena daya beli membaik, karena ekonominya berjalan lebih bagus, karena kita harus lebih bagus," tegas dia.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita sedang menyiapkan insentif untuk sektor otomotif yang akan mulai berlaku pada 2026.

Agus menegaskan, insentif tersebut sangat penting mengingat industri otomotif memiliki efek berganda (multiplier effect) yang tinggi, baik keterkaitan ke depan dan belakang (backward dan forward linkage) subsektor terhadap sektor lain dalam ekonomi nasional.

Baca juga: Indonesia Tetap Menarik untuk Investasi Otomotif Meski Insentif EV Disetop

"Sekarang kami sedang susun insentif otomatif. Menurut saya itu sebuah keharusan karena merupakan sektor yang terlalu penting, sangat-sangat penting," kata Agus di sela-sela acara 16th Kompas 100 CEO Forum di ICE BSD Tangerang, Rabu (26/11/2025).

Namun, Agus belum bisa membeberkan bentuk insentif yang sedang disiapkan pemerintah, termasuk apakah nantinya juga akan mengakomodasi kendaraan hybrid.

"Jangan tanya jenis insentifnya, bentuk insentifnya, sekarang kami sedang susun," ujar Agus.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved