Maraknya Penipuan Digital, TASPEN Perketat Keamanan Data Peserta
Peserta diminta untuk memastikan kebenaran informasi dengan menghubungi contact center resmi TASPEN di 1599.
Ringkasan Berita:
- TASPEN menilai keamanan data bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga tata kelola dan kepatuhan.
- Peserta diminta untuk memastikan kebenaran informasi dengan menghubungi contact center resmi TASPEN di 1599.
- TASPEN memastikan sistem internal berada dalam kondisi aman dan terkontrol.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah masifnya transformasi digital layanan jaminan sosial, isu keamanan data menjadi perhatian utama PT TASPEN (Persero).
Maraknya kasus penipuan digital, phishing, hingga penyalahgunaan data pribadi yang menyasar pensiunan mendorong TASPEN memperkuat sistem pengamanan, baik dari sisi internal perusahaan maupun perlindungan bagi peserta.
Sebagai pengelola dana pensiun aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara, TASPEN menilai keamanan data bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga tata kelola dan kepatuhan.
Baca juga: TASPEN Bangun Digital Hub ASN, Perkuat Tata Kelola dan Layanan Satu Pintu
Corporate Secretary PT TASPEN (Persero) Henra Hidayat Sastrawidjaja mengatakan, langkah pertama yang dilakukan perusahaan adalah memastikan sistem internal berada dalam kondisi aman dan terkontrol.
"Yang pertama dari sisi internal kita dulu, kita harus memastikan bahwa sistem kita itu sudah bagus. Jadi dari sisi GCG, balik lagi ke kepatuhannya, misalnya dari kewenangan dan akses. Tidak semua orang bisa mengakses semuanya, ada batasan-batasan dan itu sudah diatur," tutur Henra dalam Wawancara Eksklusif Tribunnews.com, Studio Tribunnews, Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
Henra menjelaskan, pengamanan sistem tidak hanya dilakukan pada tahap akhir, tetapi sudah dirancang sejak awal pengembangan.
Selain penguatan teknologi, TASPEN juga melakukan sosialisasi dan pengetatan kebijakan internal untuk meminimalkan potensi kebocoran data.
"Salah satu kebijakan terbaru, sekarang sudah tidak bisa lagi akses melalui flashdisk. Jadi karyawan sudah tidak bisa sembarangan colok flashdisk ke laptop kantor," ungkapnya.
Dari sisi eksternal, TASPEN juga membuka diri terhadap audit dan sertifikasi keamanan sistem. Perusahaan menargetkan sertifikasi ISO dan menjalin kolaborasi dengan berbagai lembaga negara.
"Kita ikutkan ISO untuk sertifikasi sistemnya. Kemudian kita juga kolaborasi dengan Badan Sandi Negara, dengan Komdigi dan Bareskrim. Pokoknya semua kita jejaki untuk silakan audit sistem kita. Alhamdulillah aman," terang Henra.
Selain memperkuat sistem internal, TASPEN juga aktif melindungi peserta, khususnya para pensiunan, dari ancaman penipuan digital.
Melalui fungsi corporate secretary, TASPEN menggencarkan kampanye literasi keamanan digital dengan pesan utama "tahan, pastikan dan laporkan".
"Tahan itu maksudnya jangan panik. Kadang orang dapat WA yang isinya mengancam, misalnya kalau tidak update data nanti diputus. Itu biasanya untuk bikin panik dan terdistraksi," jelas Henra.
Ia menambahkan, peserta diminta untuk memastikan kebenaran informasi dengan menghubungi contact center resmi TASPEN di 1599.
Setiap laporan dari peserta akan ditindaklanjuti dan dikompilasi untuk diteruskan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
"Misalnya nomor telepon, nomor WhatsApp, sampai nomor rekening, kita kumpulkan dan laporkan ke Komdigi untuk di-block. Minimal dari kita ada effort untuk melaporkan agar segera ditindaklanjuti," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Corporate-Secretary-P-4T-TASPEN-Persero-Henra-Hidayat-Sastrawidjaja.jpg)