Kamis, 7 Mei 2026

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Analis Nilai Prospek PGEO Masih Menarik

Minat investor terkait saham-saham EBT sudah mulai terlihat meski saat ini saham PGEO masih berada dalam fase koreksi seusai alami reli pada kuartal I

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: willy Widianto
Istimewa/IST
ANDALAN PANAS BUMI - Penampakan salah satu infrastruktur dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Analis Bahana Sekuritas Jeremy Mikael menilai PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan momentum transisi energi nasional. 
Ringkasan Berita:
  • Analis Bahana Sekuritas menilai PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berperan strategis dalam transisi energi karena panas bumi bersifat baseload dan stabil.
  • PGEO menargetkan kapasitas 1 GW dengan produksi 5,5–6,0 GWh pada 2028, disertai proyeksi EBITDA US$484 juta dan laba bersih US$201 juta.
  • Neraca yang sehat dan dukungan RUPTL 2025–2034 membuat prospek jangka menengah PGEO dinilai masih menarik.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dinilai berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan momentum transisi energi nasional. Hal ini disampaikan Analis Bahana Sekuritas, Jeremy Mikael, yang menilai karakter panas bumi sebagai sumber listrik baseload membuat kinerja PGEO lebih stabil dibandingkan emiten energi baru terbarukan (EBT) lainnya.

Baca juga: Transisi Energi, Tanaman Sorgum Jadi Bahan Baku Biomassa Pembangkit Listrik

Menurut Jeremy, PGEO memiliki fundamental yang kuat seiring dengan target pengembangan kapasitas terpasang hingga 1 gigawatt (GW) dengan produksi listrik mencapai 5,5–6,0 gigawatt hour (GWh) pada 2028.

“Dengan target tersebut, PGEO menawarkan kombinasi pertumbuhan yang terukur dan profil bisnis yang defensif, terutama jika dibandingkan dengan emiten EBT lain maupun sektor tambang,” ujar Jeremy dalam riset tertulisnya, Selasa (30/12/2025).

Dari sisi kinerja keuangan, Jeremy memproyeksikan EBITDA PGEO akan mencapai US$484 juta pada 2028, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 11 persen sepanjang 2024–2028. Sementara itu, laba bersih diperkirakan menyentuh US$201 juta pada 2028, atau tumbuh sekitar 5,8 persen per tahun.

Selain prospek pertumbuhan, kondisi neraca keuangan PGEO juga dinilai solid. Rasio gearing perusahaan masih berada di bawah rata-rata industri, sehingga memberikan ruang yang cukup luas bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi tanpa tekanan pembiayaan berlebihan.

“PGEO memiliki growth story yang jelas dari sisi penambahan kapasitas organik. Valuasinya juga masih relatif reasonable dibandingkan pemain panas bumi lainnya,” jelas Jeremy.

Didukung RUPTL 2025–2034

Prospek cerah PGEO juga diperkuat oleh arah kebijakan pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dalam dokumen tersebut, pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan mencapai 30 persen pada 2034, dengan tambahan kapasitas EBT sebesar 52,8 GW.

Baca juga: Panas Bumi Diproyeksikan Jadi Penopang Ketahanan Energi Nasional

Khusus panas bumi, kontribusi kapasitas terpasang diproyeksikan mencapai 5,2 GW, membuka ruang pertumbuhan signifikan bagi PGEO sebagai salah satu pemain utama di sektor ini.

Jeremy menambahkan, minat investor terhadap saham-saham EBT mulai kembali terlihat, meski saat ini saham PGEO masih berada dalam fase koreksi setelah mengalami reli pada kuartal II dan III tahun 2025.

Dari sisi eksekusi proyek, kerja sama PGEO dengan PT PLN (Persero) juga menjadi katalis positif. Kolaborasi tersebut difasilitasi Danantara melalui penandatanganan nota kesepahaman pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total potensi tambahan kapasitas hingga 530 MW.

“Dengan keterlibatan Danantara, koordinasi antara PGEO dan PLN sebagai off taker tunggal akan semakin solid dalam mendorong realisasi proyek ke depan,” pungkas Jeremy.

Baca juga: Industri Panas Bumi Menjanjikan, INDEF: PGE Butuh Dukungan Kuat Pemerintah

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved