Senin, 1 Juni 2026

Waspada Investasi Bodong, Pluang Ungkap Maraknya Akun Telegram Palsu

Modus penipuan meliputi pesan pribadi, permintaan transfer dana di luar aplikasi, serta penyamaran sebagai admin resmi

Tayang:
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
INVESTASI BODONG - Warga Kaliasin RW XI Kelurahan Kedungdoro mengikuti penyuluhan bertajuk Waspada Investasi Bodong dan Pinjaman Online Ilegal di Lapangan Buyut Mojo, Kota Surabaya, Jawa Timur. 
Ringkasan Berita:
  • Pluang memperingatkan maraknya akun Telegram palsu yang mengatasnamakan perusahaan dan menawarkan iming-iming keuntungan cepat.
  • Modus penipuan meliputi pesan pribadi, permintaan transfer dana di luar aplikasi, serta penyamaran sebagai admin resmi.
  • Pengguna diminta hanya berinteraksi lewat kanal terverifikasi dan segera menghubungi Pluang Care jika ragu.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Platform investasi Pluang mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya akun Telegram palsu yang mengatasnamakan perusahaan. 

Fenomena ini dinilai kian meresahkan karena disertai iming-iming keuntungan instan hingga tawaran pendampingan trading secara ilegal.

Andreas Agung Hendrawan, Director of Marketing and Commercial Pluang mengatakan,  dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menemukan puluhan akun bodong yang meniru identitas resmi perusahaan, mulai dari penggunaan logo, foto profil, hingga gaya komunikasi.

Baca juga: Pluang Dorong Kecepatan Analisis Pasar Lewat Teknologi AI

"Modus yang paling sering digunakan antara lain menawarkan “peluang cuan cepat”, mengajak masuk ke grup eksklusif, serta meminta pengguna menitipkan dana investasi di luar aplikasi resmi," kata Agung dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

Agung merinci sejumlah tanda yang perlu diwaspadai pengguna, antara lain menghubungi lewat pesan pribadi (DM). Akun resmi Pluang tidak pernah mengirimkan penawaran investasi secara personal.

Pelaku menjanjikan profit tidak realistis, tanpa penjelasan risiko, meminta transfer dana di luar aplikasi, baik ke rekening pribadi maupun dompet digital tertentu dan mengarahkan ke tautan mencurigakan atau meminta data pribadi sensitif.

"Pelaku juga menyamar sebagai admin, dengan nama akun mirip akun resmi namun ditambah angka atau huruf tertentu," katanya.


 Hubungi Layanan Resmi Jika Ragu

Pluang mengimbau pengguna segera menghubungi layanan pelanggan apabila menemukan indikasi penipuan.

"Perusahaan juga menegaskan bahwa komunikasi resmi hanya dilakukan melalui kanal yang telah terverifikasi. Jika menemukan akun mencurigakan, pengguna diminta segera melaporkannya ke platform terkait, menyimpan bukti tangkapan layar, dan menyampaikan laporan ke tim Pluang Care agar dapat segera ditindaklanjuti," katanya.

 

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved