Pluang Dorong Kecepatan Analisis Pasar Lewat Teknologi AI
Pluang, aplikasi investasi dan trading multi-aset memperkenalkan Aura AI, fitur kecerdasan buatan untuk analisis pasar saham dan crypto
Ringkasan Berita:
- Pluang menghadirkan fitur Aura AI untuk analisis saham dan crypto secara instan, mencakup lebih dari 1.000 aset.
- Teknologi ini menyajikan analisis fundamental, teknikal, hingga sentimen pasar real time, membantu investor mengambil keputusan lebih cepat.
- Meski akurat dan praktis, penggunaan AI tetap memiliki risiko sehingga investor dianjurkan tetap melakukan riset mandiri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pluang, aplikasi investasi dan trading multi-aset memperkenalkan Aura AI, fitur kecerdasan buatan untuk analisis pasar saham dan crypto. Fitur ini diklaim mampu membantu investor membaca pergerakan aset dengan lebih cepat, mudah, dan akurat.
Aura AI dapat menganalisis lebih dari 1.000 instrumen, termasuk saham Amerika Serikat, ETF, serta crypto. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengakses analisis fundamental, teknikal, hingga tren pasar yang diperbarui secara berkala.
“Dengan satu ketukan, pengguna dapat melihat rangkuman analisis secara real time—ringkas namun tetap akurat. Hal ini memungkinkan investor mengambil keputusan trading dengan lebih cepat dan berbasis data,” ujar Director of Marketing and Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, Minggu (30/11/2025).
Ia menambahkan, selama ini banyak investor mengandalkan aplikasi AI lain seperti ChatGPT, Gemini, atau Grok untuk mencari analisis pasar, sehingga harus berpindah platform untuk mendapatkan kesimpulan. Kini melalui Aura AI, seluruh proses dapat dilakukan langsung di aplikasi Pluang.
Baca juga: Pluang Luncurkan Fitur Trading Saham AS 24 Jam, Bisa Beli Saham di Bursa Nasdaq dan NYSE
“Pengguna cukup membuka halaman aset dan menekan ikon Aura AI. Analisis teknikal, fundamental, hingga sentimen pasar akan muncul otomatis tanpa perlu mengetik prompt ataupun berganti aplikasi,” jelasnya.
Meski begitu, Andreas mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam trading tetap memiliki risiko. Pasar saham dan crypto dinamis dan dapat berubah dengan cepat akibat sentimen global, berita mendadak, atau volatilitas tinggi. Teknologi AI dapat membantu melakukan analisis data, namun tidak menjamin keuntungan.
“AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti riset dan keputusan investasi pribadi. Investor tetap harus melakukan kajian dan tidak sepenuhnya bergantung pada hasil analisis AI,” tegasnya.
Secara teknis, teknologi AI bekerja dengan mengumpulkan data harga, volume transaksi, serta sentimen pasar dari berbagai sumber. Keunggulan fitur berbasis AI terletak pada kemampuannya membaca data secara up-to-date dan menghasilkan analisis yang diperkuat machine learning.
Baca juga: Fintech Pluang Buka Akses Investasi Saham AS di Filipina, Gandeng Regulator Lokal
Aura AI di Pluang mengolah ribuan data harga, volume, hingga sentimen pasar global untuk mengenali pola tertentu, seperti potensi tren naik maupun turun. Hasil analisis kemudian disajikan sebagai insight terkini terkait saham, ETF, maupun aset crypto.
“Dengan teknologi ini, AI dapat memberikan gambaran sentimen terhadap aset, apakah sedang bullish atau bearish, sehingga pengguna dapat mengambil keputusan trading berbasis data dengan lebih cepat,” tutup Andreas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pluang-aplikasi-trading.jpg)