Jumat, 17 April 2026

Serap 3,1 Juta Ton Gabah Sepanjang 2025, Bos Bulog: Jadi Rekor Tertinggi 

Perum Bulog mencatat pengadaan setara beras 2025 mencapai 3.191.969 ton, dengan serapan GKP 4.537.490 ton sebagai rekor tertinggi.

GO/Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
BULOG SERAP BERAS - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di kantor Perum Bulog, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026). Perum Bulog mencatat pengadaan setara beras yang dilakukan Perum Bulog pada tahun ini mencapai 3.191.969 ton. 

Ringkasan Berita:
  • Perum Bulog mencatat pengadaan setara beras 2025 mencapai 3.191.969 ton, dengan serapan GKP 4.537.490 ton sebagai rekor tertinggi.
  • Selain beras, Bulog juga mengadakan GKG, jagung dalam negeri, serta menyalurkan bantuan pangan dan SPHP beras serta jagung.
  • Skema penyaluran SPHP diubah langsung ke pengecer untuk mencegah oplosan dan menjaga harga tetap terjangkau.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perum Bulog mencatat pengadaan setara beras yang dilakukan Perum Bulog pada 2025 mencapai 3.191.969 ton.

Detailnya, pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) sepanjang 2025 mencapai 4.537.490 ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyerapan GKP pada 2025 merupakan rekor tertinggi dalam sejarah BUMN pangan tersebut berdiri.

"Jadi ini top performanya Bulog selama berdirinya Bulog adalah pengadaan gabah kering panen di 4.537.490 ton," kata Rizal di kantor Perum Bulog, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026).

Baca juga: Pemerintah Akan Evaluasi Skema Tugas Bulog, Margin Belum Ideal untuk Jaga Harga Pangan Nasional

Kemudian, Bulog mencatat pengadaan Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 6.863 ton selama 2025 dan pengadaan beras sebesar 765.504 ton beras.

Secara total, pengadaan pada 2025 setara beras adalah sebesar 3.191.969 ton.

Bulog juga mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton. 

Jumlah tersebut terdiri dari 101.770 ton melalui skema public service obligation (PSO) dan 198 ton melalui skema komersial.

Dari sisi penyaluran, Bulog menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 707.929 ton sepanjang 2025.

Sementara itu, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai sekitar 795 ribu ton dan SPHP jagung sebesar 51.211 ton.

Rizal menjelaskan, pola penyaluran beras SPHP pada 2025 berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dulu penyaluran SPHP itu langsung diserahkan ke pedagang grosiran, sehingga capaiannya terlihat lebih besar.

Namun, ternyata itu berdampak pada beras SPHP yang dioplos dengan beras lain.

Jadi, penyaluran beras SPHP pada 2025 langsung disalurkan ke para pedagang pengecer, sehingga jalur distribusi turut terpotong.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved