Ini Pemicu IHSG Sempat Anjlok Pada Perdagangan Sesi 2, Senin 12 Januari 2026
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta, IHSG sempat anjlok karena faktor eksternal.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari 2 persen pada perdagangan sesi 2, Senin (12/1/2026), pukul 14.35 WIB ke level 8.728,30.
Namun, menjelang penutupan IHSG kembali mereda. Pada Senin ini IHSG ditutup turun 0,58 persen ke level 8.884,72.
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta, IHSG sempat anjlok karena faktor eksternal.
Baca juga: CSIS: Penguatan IHSG Sekarang Bukan karena Bagusnya Fundamental Emiten
"Dominan eksternal, hemat saya berkaitan dengan dinamika geopolitik," katanya kepada Tribunnews pada Senin ini.
Selain itu, ia menilai terdapat aksi profit taking saham energi yang turut menjadi indikasi sebagai salah satu penyebab terkoreksinya IHSG.
Ia menilai pelaku pasar juga merespons wajar terhadap meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran.
"Di sisi lain, para pelaku pasar juga mencermati US CPI yang masih diproyeksikan akan terus mengalami cooling down," ujar Nafan.
Senada, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada mengungkap IHSG sempat anjlok juga karena faktor eksternal.
Baca juga: Konflik AS-Venezuela Tak Guncang Pasar Modal RI, IHSG Cetak Rekor Baru
Ia menilai anjloknya IHSG dipicu oleh kabar Ketua Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral AS, Jerome Powell, yang tengah menjalani penyelidikan pidana oleh jaksa federal.
Penyelidikan terhadap Powell berkaitan dengan renovasi kantor pusat The Fed senilai 2,5 miliar dolar AS.
"Sepertinya market lagi ramai bahas ini dan entah kenapa pasar langsung bereaksi negatif masif seperti ini," kata Reza.
Reza pun menyebut pelaku pasar memanfaatkan berita negatif tersebut untuk mengambil keuntungan setelah IHSG bergerak positif pada pekan lalu.
Ia menilai ambruknya IHSG hanya akan berlangsung sementara karena adanya perlawanan dari volume beli.
Jadi, pelaku pasar sebenarnya masih dalam posisi beli, tetapi karena panik dan memanfaatkan sentimen, maka terjadi aksi jual.
"Akan tetapi, ada juga pelaku pasar lainnya yang memberikan perlawanan dengan buy on weakness sehingga IHSG pun kembali ke level 8.800-an," ujar Reza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Ditutup-Menguat-Dan-Cetak-Rekor-ATH-Baru_20251007_171551.jpg)