Amerika Versus Venezuela
Konflik AS-Venezuela Tak Guncang Pasar Modal RI, IHSG Cetak Rekor Baru
Meski pasar saham menguat, nilai tukar rupiah masih tertekan akibat sentimen global dan dinamika geopolitik.
Ringkasan Berita:
- Konflik Amerika Serikat dan Venezuela tidak berdampak signifikan ke pasar modal Indonesia, IHSG justru mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.859,19.
- Penguatan IHSG ditopang optimisme ekonomi Asia serta kinerja saham berbasis komoditas, khususnya sektor bahan baku.
- Meski pasar saham menguat, nilai tukar rupiah masih tertekan akibat sentimen global dan dinamika geopolitik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik Amerika Serikat-Venezuela, tidak mempengaruhi kondisi pasar modal Indonesia.
Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Senin (5/1/2026) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH).
Tercatat, Indeks naik 111,06 poin atau 1,27 persen menjadi 8.859,19.
Investor asing mencatat net buy atau beli bersih Rp 38,87 miliar di seluruh pasar saat IHSG di rekor tertinggi.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan penguatan IHSG dan bursa regional didorong oleh munculnya optimisme pasar terhadap perekonomian Asia.
Baca juga: Menkeu Purbaya Nilai Dampak Penangkapan Maduro ke RI Sangat Terbatas
“Meskipun investor tetap mencermati dampak aksi militer AS di Venezuela, sembari bersiap menghadapi rilis data ekonomi utama di AS pada pekan ini,” katanya dikutip Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, inflasi Indonesia menunjukkan tanda-tanda kegiatan pada Desember dengan inflasi utama mencapai level tertinggi dalam 20 bulan sebesar 2,95?n inflasi inti menembus puncak bulan.
“Meski keduanya masih berada di dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5 persen–3,5 persen, ini membatasi urgensi pengetatan kebijakan,” ucap Nico.
Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menambahkan, serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela ternyata tidak berdampak signifikan ke pasar modal, tetapi mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam.
Valdy mencermati penguatan IHSG ditopang oleh saham-saham berbasis komoditas.
Tercermin dari indeks IDX sektor bahan baku yang menjadi indeks sektoral dengan kenaikan tertinggi, yakni 2,62% di sepanjang perdagangan.
Meski begitu, Valdy menyoroti sentimen tersebut membuat nilai tukar rupiah justru tertekan. Pada Senin (5/1/2026), rupiah di pasar spot melemah Rp 15 atau 0,09% menjadi Rp 16.740 per dolar Amerika Serikat (AS).
“Secara teknikal, indikator MACD membentuk Golden Cross seiring dengan penguatan Stochastic RSI di area pivot. Hal ini juga ditopang oleh kenaikan volume beli,” jelas dia.
10 Saham Diborong Asing
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Ditutup-Menguat_20251201_193411.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.