Nilai Tukar Rupiah
Pelemahan Rupiah Hari Ini Lebih Parah dari Posisi Krisis Moneter 1998, Bersiap Tembus Level Rp17.000
Analis memprediksi rupiah berpotensi menembus Rp17.000 akibat modal keluar dan defisit neraca pembayaran.
Defisit neraca pembayaran tercatat sebesar 6,7 miliar dolar AS pada kuartal II-2025 dan kembali berlanjut sebesar 6,4 miliar dolar AS pada kuartal III 2025.
“Arus masuk modal adalah bagian yang menjadi masalah, bukan perdagangan,” kata Pranjul.
Di sisi lain, kinerja perdagangan Indonesia masih relatif kuat. Hal ini tercermin dari neraca perdagangan yang mencatat surplus selama 67 bulan berturut-turut, sejak Mei 2020 hingga November 2025.
“Perdagangan bukanlah masalah yang mencolok saat ini. Saya pikir surplus perdagangan cukup kuat pada tahun 2025 dan neraca transaksi berjalan juga positif,” lanjutnya.
Rupiah ke level Rp17.000 juga disampaikan Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi.
Ia mengungkap rupiah akan menyentuh Rp 17 ribu per dolar AS pada beberapa pekan ke depan.
"Saya kira di bulan Januari ini Rp 17 ribu akan kena. Saya optimis Rp 17 ribu mungkin di minggu-minggu besok," kata Ibrahim kepada Tribunnews.
Pelemahan rupiah ini dipicu sentimen dari luar dan dalam negeri.
Dari luar negeri, rupiah tertekan oleh masifnya perang dagang global. Selain itu, tensi politik di Amerika Serikat juga turut memengaruhi pasar.
Saat ini, Ketua Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral AS Jerome Powell sedang menjalani penyelidikan pidana oleh jaksa federal terkait proyek renovasi kantor pusat The Fed senilai 2,5 miliar dolar AS.
Kasus tersebut membuat dolar AS menguat di pasar global, sehingga memberikan tekanan pada rupiah.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pelemahan rupiah dipengaruhi ketidaksinkronan kebijakan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI).
Menurut dia, Bank Indonesia seharusnya lebih banyak melakukan intervensi.
"Tapi kenyataannya cadangan devisa kita bulan kemarin kan naik tajam. Artinya, Bank Indonesia saat ini sebenarnya itu intervensinya itu ya setengah-setengah," ujar Ibrahim.
Ibrahim juga menyinggung arah kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menginginkan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus naik hingga 10.000.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nilai-tukar-rupiah02.jpg)