Ketum Kadin Minta Pengusaha Tetap Tenang Meski Dunia Usaha Tidak Baik-baik Saja
Ketum Kadin Anindya Bakrie mendorong para pelaku usaha untuk tetap tenang, meski dunia usaha lagi tidak baik-baik saja.
Ringkasan Berita:
- Anindya Bakrie, bilang kondisi global saat ini berada dalam situasi penuh ketidakpastian seiring dengan meningkatnya tensi geopolitik
- Anin menjelaskan dinamika global dalam dua tahun terakhir menunjukkan eskalasi konflik yang semakin serius
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya Bakrie mendorong para pelaku usaha untuk tetap tenang, meski dunia usaha lagi tidak baik-baik saja.
Sebab menurut Anin, kondisi global saat ini berada dalam situasi penuh ketidakpastian seiring dengan meningkatnya tensi geopolitik.
Hal itu dia sampaikan dalam acara Kadin Global and Domestic Economi Outlook 2026 di Menara Kadin, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Kadin Harap Kebijakan DHE Perkuat Cadangan Devisa di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
"Kadin memberikan gambaran kepada para pengusaha, dunia usaha, dan juga publik, bahwa kita harus selalu tetap tenang, tapi dunia juga tidak lagi stabil-stabil saja," ujar Anin.
Anin menjelaskan bahwa dinamika global dalam dua tahun terakhir menunjukkan eskalasi konflik yang semakin serius. Dunia usaha dihadapkan pada perang dagang dan tarif, kini berkembang menjadi perang fisik.
"Dua tahun yang lalu kita bicara kebanyakan perang dagang dengan tarif, tapi setahun yang lalu sekarang bicaranya sudah perang fisik. Jadi libido untuk ekspansionisme dari Amerika ini enggak bisa dibendung," kata Anin.
Menurut Anin, kondisi tersebut diperparah dengan adanya persaingan penguasaan sumber daya strategis dunia. Dia menyontohkan China menguasai mineral critics sekaligus oil and gas.
Baca juga: Bos Kadin Minta Pengusaha Waspada Hadapi Pelemahan Rupiah: Jangan Anggap Enteng
Dia bahkan menyinggung pesan Presiden Prabowo yang menyebut negara bisa menjadi adikuasa karena kekuatan militer, ekonomi dan teknologi.
Karenanya, Anin menilai Indonesia perlu berhitung secara cermat dalam menyikapi perkembangan global agar bisa menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Saya ingat apa kata Pak Presiden waktu retret di Magelang bahwa negara itu bisa jadi adikuasa karena militer, karena ekonomi, karena teknologi," ucap Anin.
"Ketika suatu negara merasa punya ketiga benar atau tidak benar, nah ini yang membuat menjadi merasa diatas angin. Tapi karena negara itu negara adikuasa, ada di barat, ya kita juga harus berhitung kira-kira seperti apa," imbuhnya menegaskan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketum-kadin-Global-and-Domestic-Economi-Outlook-2026.jpg)