UNIDO dan Tsingshan Holding Group Teken 4 Pilar ESG Hilirisasi
UNIDO mendorong industrialisasi yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial dan tata kelola.
Ringkasan Berita:
- UNIDO dan Tsingshan Holding Group, pengelola Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, meneken Joint Declaration on Sustainable Development of the Nickel Industry Chain.
- UNIDO mendorong industrialisasi yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial dan tata kelola, serta kolaborasi lintas sektor.
TRIBUNNEWS.COM, WEDA BAY - United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) dan Tsingshan Holding Group selaku pengelola Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, meneken Joint Declaration on Sustainable Development of the Nickel Industry Chain di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Kerjasama ini untuk mendorong pengelolaan kawasan industri yang berkelanjutan di Indonesia yang ramah lingkungan dan inklusif.
Penandatanganan berlangsung dalam momentum Investment and Partnerships Day, yang menekankan pentingnya investasi, inovasi dan kemitraan strategis untuk industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.
UNIDO mendorong industrialisasi yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial dan tata kelola, serta kolaborasi lintas sektor sebagai solusi transisi energi dan transformasi industri.
Presiden Direktur Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kevin He menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang selama ini mendukung pengembangan kawasan industri Weda Bay.
"Mewakili IWIP, saya ingin menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua mitra dari berbagai kalangan yang telah lama peduli dan mendukung pengembangan kawasan ini,” ujarnya saat membuka Konferensi Kontribusi Kawasan Industri Berkelanjutan UNIDO-IWIP, Weda Bay, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Hilirisasi Timah Jadi Penentu Industrialisasi, Ekosistem Hilir Harus Dipercepat
Kevin menilai konferensi tersebut memberikan banyak pembelajaran penting bagi pengembangan kawasan IWIP ke depan.
Pada aspek peningkatan kesadaran, Kevin menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam pembangunan kawasan industri.
"Dari sekadar mengerjakan proyek menjadi membangun sistem, dari memenuhi standar menjadi tolok ukur (benchmarking)," terangnya.
Kevin menyebut, pengalaman yang dibagikan UNIDO, pemerintah dan asosiasi industri menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar kewajiban administratif.
Baca juga: Investasi Sektor Hilirisasi Mencapai Rp 584 Triliun di 2025
"Rangkaian kerja sama ini membuat kita sadar bahwa pembangunan berkelanjutan bukanlah slogan kosong atau laporan kepatuhan tunggal, melainkan peningkatan menyeluruh dalam pembangunan kapasitas sistemik dan model tata kelola kawasan," lanjut Kevin.
IWIP masih menghadapi tantangan besar dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Menurut Kevin, kompleksitas sistem, cepatnya perubahan standar dan ekspektasi pemangku kepentingan, serta integrasi masyarakat dan tata kelola lingkungan menjadi tantangan utama yang membutuhkan upaya jangka panjang.
Mereka kemudian membuka ruang kolaborasi luas dengan UNIDO, pemerintah, serta para pemangku kepentingan hulu dan hilir industri.
Perusahaan menetapkan empat pilar utama untuk membangun kawasan percontohan industri berkelanjutan. "IWIP di bawah bimbingan UNIDO dan dukungan pemerintah Indonesia, akan fokus pada empat pilar inti untuk memajukan pembangunan zona percontohan target pembangunan berkelanjutan," ucap Kevin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IWIP-UNIDO-OK.jpg)