Kemenperin dan UNIDO Dorong Industri Hijau dan Hilirisasi Nikel
Kemenperin dan UNIDO mempercepat transformasi industri nasional yang lebih modern, berkelanjutan dan berdaya saing global.
Ringkasan Berita:
- Kemenperin dan UNIDO mempercepat transformasi industri nasional yang lebih modern, berkelanjutan dan berdaya saing global.
- Kedua pihak mempercepat penyusunan Programme for Country Partnership (PCP) untuk kerangka kerja sama memperluas kolaborasi kedua pihak di berbagai sektor industri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) guna mempercepat transformasi industri nasional yang lebih modern, berkelanjutan dan berdaya saing global.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Deputy to the Director General and Managing Director UNIDO Zou Ciyong di Jakarta belum lama ini.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pembahasan Kemenperin dan UNIDO pada ajang BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, Tiongkok.
"Kemitraan dengan organisasi internasional dan negara sahabat perlu terus diperkuat untuk mendukung transformasi industri Indonesia yang inovatif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan daya saing nasional di tengah dinamika ekonomi dunia," tutur Menperin Agus melalui keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).
Kemenperin dan UNIDO telah menjalin kemitraan sejak 2009 melalui berbagai program yang mendukung pengembangan industri hijau, penguatan sektor manufaktur dan peningkatan daya saing industri nasional.
Salah satu agenda yang dibahas adalah percepatan penyusunan Programme for Country Partnership (PCP) untuk kerangka kerja sama memperluas kolaborasi kedua pihak di berbagai sektor industri.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menyampaikan, pentingnya hubungan strategis Indonesia dengan UNIDO.
"Indonesia memandang UNIDO sebagai mitra penting dalam mendukung transformasi industri yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap berbagai inisiatif yang dibahas dalam forum BRICS PartNIR dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan industri nasional," ucap Tri.
Selain PCP, kedua pihak juga membahas pembentukan Eco-Industrial Park (EIP) Center di Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan kawasan industri yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Baca juga: UNIDO dan Tsingshan Holding Group Teken 4 Pilar ESG Hilirisasi
Saat ini, tim teknis dari Kemenperin dan UNIDO tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan agar pusat tersebut segera beroperasi. Kerja sama lain yang turut dibahas adalah peluang keterlibatan Indonesia dalam BRICS Center for Industrial Competence (BCIC).
Inisiatif ini dinilai dapat mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia industri, mempercepat adopsi teknologi manufaktur digital, serta memperluas kolaborasi inovasi dengan negara-negara anggota BRICS.
Baca juga: UNIDO dan Pemerintah Indonesia Bersinergi Tekan Emisi Gas Rumah Kaca di Industri Pupuk
{Pertemuan juga menyoroti pengembangan industri nikel berkelanjutan melalui program yang dijalankan UNIDO bersama Tsingshan Holding Group sejalan dengan upaya Indonesia mendorong hilirisasi mineral dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
Melalui penguatan kemitraan tersebut, Indonesia dan UNIDO berharap dapat membuka peluang investasi yang lebih luas, mempercepat transfer teknologi, hingga mendukung terciptanya industri nasional yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kerjasama-UNIDO-di-Jakarta-OK_.jpg)