Ekosistem Digital RI Potensial Berkembang Kuat Tapi Hadapi Tantangan Struktural
Ekosistem digital di Indonesia berbeda dari pasar Amerika Serikat yang telah matang dalam adopsi dan monetisasi perangkat lunak.
Terkait pengambilan keputusan, Juan memposisikan data dan intuisi sebagai dua pilar yang saling melengkapi. Data berperan sebagai kompas untuk optimasi—seperti peningkatan efisiensi, performa, dan akurasi—namun terobosan besar justru lahir dari intuisi dan visi produk.
“Data memvalidasi masa kini, intuisi mendefinisikan masa depan,” ujarnya. Di era AI yang bergerak cepat, pendekatan ini menjadi krusial bagi regulator dan enterprise agar tidak sekadar reaktif, tetapi visioner.
Dia menambahkan, isu kepercayaan (trust) juga menjadi sorotan utama dalam penerapan AI lintas negara. Juan menilai bahwa solusi AI yang berdampak harus dibangun dengan pemahaman konteks lokal, budaya, serta ekspektasi pengguna.
Terkait ini dia mengatakan, Google mengandalkan kolaborasi tim global dan lokal agar inovasi tidak bersifat seragam, tetapi relevan.
Hal ini menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dan APAC, di mana keragaman sosial dan ekonomi menuntut pendekatan AI yang kontekstual dan etis. (tribunnews/fin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/EKOSISTEM-DIGITAL-Juan-Anugraha-Djuwadi-Product-Manager-di-Google-Amerika.jpg)