Dirjen Pajak Bimo Wijayanto Bantah Danantara Keluhkan Error Coretax
Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto menegaskan bahwa Danantara Indonesia tidak mengeluhkan error pada sistem perpajakan Coretax.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto menegaskan bahwa Danantara Indonesia tidak mengeluhkan error pada sistem perpajakan Coretax.
Coretax adalah sistem administrasi perpajakan baru dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Indonesia yang resmi diberlakukan sejak Januari 2025. Sistem ini merupakan bagian dari Proyek Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) untuk memodernisasi, mengefisienkan, dan meningkatkan transparansi layanan pajak.
Baca juga: Coretax Mulai Disosialisasikan ke Parpol, Gerindra Jadi yang Pertama
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambangi kantor Danantara Indonesia pada Kamis (15/1/2026).
Kedatangan Purbaya dilakukan setelah Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengeluhkan kendala penggunaan Coretax.
Bimo meluruskan bahwa keluhan Danantara bukan soal menemukan error pada sistem tersebut, tetapi hanya memberikan masukan terkait fitur.
"Saya luruskan yang terjadi di Danantara itulah perbaikan fitur, tidak terjadi error," kata Bimo di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).
Menurut dia, Danantara hanya menilai ada fitur yang kurang praktis. Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan serta menampung masukan tersebut.
"Jadi fitur yang menurut dari Danantara itu kurang praktis itu kami perbaiki dan kami terima masukan dari Danantara," ujar Bimo.
Meski begitu, Bimo mengakui bahwa Coretax memang sempat mengalami error pada September dan Oktober 2025.
Setelah itu perbaikan pun dilakuan. Kemudian sistem diuji oleh 25 ribu pegawai Direktorat Jenderal Pajak, serta 50 ribu pegawai Kementerian Keuangan.
Dari hasil pengujian tersebut, DJP mengidentifikasi error yang muncul dan melakukan penyempurnaan, sehingga sistem kini disebut sudah berjalan lebih baik.
Saat kunjungan Purbaya ke kantor Danantara, ia langsung membawa tim teknologi informasi serta petugas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat untuk melakukan pengecekan di lokasi.
“Saya bawa tim IT sama tim dari kantor KPP Pajak sini yang mau ini ke Danantara untuk membantu memasukkan data-data itu. Saya mau lihat, konyol apa enggak Coretax-nya saya,” kata Purbaya, Kamis (15/1/2026), dikutip dari Kompas.com.
Namun, Pandu Sjahrir tidak berada di kantor saat Purbaya datang, sehingga keduanya tidak sempat bertemu langsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Direktur-Jenderal-Pajak-Kementerian-Keuangan-Bimo-Wijayanto-di-DPP-Partai-Gerindra.jpg)