Senin, 18 Mei 2026

Prabowo Singgung Ada Aturan Aneh: BUMN Bisa Diaudit, Tapi Anak Cucu Perusahaan Tidak

Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya aturan yang aneh mengenai audit perusahaan milik negara atau BUMN.

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews/Jeprima
PRABOWO - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026). Ia menyinggung adanya aturan yang aneh mengenai audit perusahaan milik negara atau BUMN. 
Ringkasan Berita:
  • Prabowo ungkap aturan aneh mengenai audit BUMN
  • Itikad baik negara mendirikan BUMN tetapi malah terjadi penyimpangan di kemudian hari
  • Prabowo kaget Pertamina memiliki 200 anak perusahaan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya aturan yang aneh mengenai audit perusahaan milik negara atau BUMN.

Prabowo mengaku kaget ternyata ada peraturan yang menyebutkan bahwa anak atau cucu perusahaan BUMN tidak bisa diaudit.

Hal itu disampaikan Presiden saat hadir dalam acara Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

"Dan aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan tidak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?" kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut Prabowo kemudian menyinggung mengenai itikad baik negara mendirikan BUMN, tetapi malah terjadi penyimpangan di kemudian hari. 

Baca juga: Prabowo Perintahkan Danantara Segera Bangun 100 Gigawatt Energi Terbarukan

Presiden mencontohkan BUMN tekstil, kertas, hingga BBM.

"BUMN didirikan oleh pendiri-pendiri bangsa kita, dulu namanya perusahaan negara, sekian puluh tahun bergerak. Kita tidak punya industri tekstil, negara mendirikan Patal Senayan. Tidak punya industri kertas, kita butuh buku, anak-anak perlu belajar, negara mendirikan pabrik kertas. Tidak punya obat waktu merdeka, negara mendirikan perusahaan-perusahaan farma. Tetapi lambat laun itikad baik ini terjadi penyimpangan-penyimpangan," kata Prabowo.

Baca juga: Qodari Bedah Urgensi Program CKG Prabowo: Cek Gratis Rp2 Juta atau Bayar Operasi Rp500 Juta?

Presiden mencontohkan Pertamina yang ternyata memiliki 200 anak atau cucu perusahaan. Jumlah tersebut kata Presiden cukup mengagetkan.

"Negara dalam keadaan baru awal-awal merdeka mendirikan perusahaan negara Pertamina. Ternyata itikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan. Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan," katanya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved