Emiten Harta Djaya Karya Mulai Masuk Sektor Energi
Pemegang saham pengendali MEJA, Triple B telah menyepakati pengambilalihan 45% saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa.
Ringkasan Berita:
- Pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama (Triple B), telah menyepakati pengambilalihan 45 persen saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa.
- Saham MEJA pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB naik 5 persen atau 8 poin ke level Rp165 per saham.
- Realisasi nilai Rp 1,6 triliun akan dilakukan melalui beberapa tahapan pembayaran yang terstruktur untuk menjaga rasio keuangan MEJA tetap sehat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Emiten PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) pada tahun ini mulai masuk ke dalam bisnis energi, setelah mengakuisisi PT Trimata Coal Perkasa.
Berdasarkan perjanjian bersyarat pada 22 Desember 2025, pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama (Triple B), telah menyepakati pengambilalihan 45% saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa.
Adapun pergerakan saham MEJA pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB naik 5 persen atau 8 poin ke level Rp165 per saham.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 9.156 di Tengah Sikap Hati-hati Pelaku Pasar Jelang RDG
Namun dalam enam bulan, saham MEJA telah naik 83,33 persen atau 75 poin.
Direktur Triple Berkah Bersama Noprian Fadli menjelaskan, akuisisi tersebut bukan sekadar investasi biasa, tetapi akan menjadi langkah strategis yang mengubah arah bisnis MEJA.
“Rencana akuisisi ini merupakan bagian dari komitmen pengendali untuk memperkuat fondasi dan pengembangan usaha MEJA ke depan,” kata Noprian dikutip dari Kontan, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, setelah transaksi akuisisi tuntas dan dengan kepemilikan saham 45%, MEJA akan menjadi pemegang saham pengendali baru di PT Trimata Coal Perkasa.
Untuk memuluskan langkah ekspansi tahun ini, MEJA tengah bersiap menjalankan protokol ketat sesuai regulasi pasar modal. Yakni, memenuhi ketentuan transaksi material sesuai POJK 17/2020.
Dalam waktu dekat, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta restu dari para pemegang saham terkait akuisisi ini.
Direktur Utama Harta Djaya Karya Richie Adrian Hartanto menjelaskan realisasi nilai Rp 1,6 triliun akan dilakukan melalui beberapa tahapan pembayaran yang terstruktur untuk menjaga rasio keuangan MEJA tetap sehat.
Menurutnya, dengan masuk ke ekosistem PT Trimata Coal Perkasa, MEJA memiliki peluang besar untuk mendulang keuntungan dari sektor energi yang masih sangat prospektif, sekaligus memperkuat lini bisnis eksisting.
“Sinergi Triple B dan MEJA diyakini akan menciptakan nilai tambah signifikan. Mengingat tidak ada hubungan afiliasi sebelumnya, transaksi ini murni bertujuan untuk pertumbuhan nilai,” kata Richie.
Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Bisnis Harta Djaya Karya (MEJA) Berubah, Bidik Peruntungan di Sektor Energi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Ditutup-Menguat_20251201_193411.jpg)