Natal dan Tahun Baru 2026
Kemenhub: Total Pergerakan Masyarakat Periode Nataru Mencapai 110 Juta Orang, Naik 16,65 Persen
Selama periode angkutan Nataru, hari puncak keberangkatan jatuh pada Rabu, 24 Desember 2025.
Ringkasan Berita:
- Kemenhub mencatat 110,43 juta pergerakan masyarakat selama Nataru 2025/2026, naik 16,65 persen dibanding periode sebelumnya.
- Puncak keberangkatan terjadi 24 Desember 2025, sementara arus balik tersebar pada 2–4 Januari 2026.
- Jawa Barat menjadi tujuan terbanyak, dengan kereta api sebagai moda angkutan paling dominan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mencatat jumlah pergerakan masyarakat saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) selama 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 sebanyak 110,43 juta orang.
Berdasarkan data Mobile Positioning Data, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut angka tersebut lebih kecil 7,5 persen dari hasil survei awal sebesar 119,5 juta orang.
Namun, jika dibandingkan dengan Nataru 2024/2025, jumlah realisasinya naik 16,65 persen dari sebesar 94,67 juta orang.
Dudy menyebut selama periode angkutan Nataru, hari puncak keberangkatan jatuh pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan jumlah pergerakan mencapai 14,96 juta orang.
Baca juga: Kunjungan Wisata di Klaten Tembus 855. 230, Sabet Peringkat Kedua Se-Jawa Tengah Selama Nataru
"Sementara untuk hari puncak kepulangan yang semula diprediksi jatuh pada 2 Januari 2026, realisasi pergerakan tersebar di tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026," katanya saat rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Hari puncak kepulangan pada Nataru 2025/2026 jatuh pada 3 Januari 2026 dengan pergerakan sebanyak 14,98 juta orang.
Jawa Barat tercatat sebagai provinsi tujuan dengan jumlah pergerakan terbanyak, yaitu sekitar 43,3 juta.
Di bawahnya ada Jawa Timur sebanyak 31,6 juta pergerakan, Jawa Tengah 26,6 juta pergerakan, dan DKI Jakarta 22,1 juta pergerakan.
"Pergerakan di Jawa Barat didominasi oleh Kabupaten Bogor yang merupakan tujuan destinasi pariwisata favorit dengan pergerakan sekitar 6 juta jiwa," ujar Dudy.
Kemudian, jumlah realisasi pergerakan penumpang yang menggunakan angkutan umum melalui berbagai sebaran titik pantau adalah sebesar 21.620.823 orang.
Detailnya, ada angkutan jalan sebesar 14,6 persen atau sebanyak 3,16 juta orang, angkutan penyeberangan sebesar 17,5 persen atau sebanyak 3,79 juta orang, dan angkutan laut sebesar 10,4 persen atau sebanyak 2,25 juta orang.
Berikutnya, moda angkutan udara sebesar 22,2 persen atau sebanyak 4,78 juta orang dan moda angkutan kereta api sebesar 35,3 persen atau sebanyak 7,64 juta orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TOL-MBZ-NATARU-20252026-PT-Jasamarga-Jalan-layang-Cikampek-PT-JJC.jpg)