AHY Temui Purbaya Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh
AHY menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membahas restrukturisasi utang kereta cepat Whoosh di kantor Kementerian Keuangan.
Ringkasan Berita:
- AHY menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membahas restrukturisasi utang kereta cepat Whoosh di kantor Kementerian Keuangan.
- Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai beroperasi pada 2 Oktober 2023 mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 19,54 triliun.
- Pertemuan keduanya juga membahas pendanaan infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar maupun penanganan bencana di Pulau Sumatera.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membahas restrukturisasi utang kereta cepat Whoosh di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).
AHY tiba di kantor Purbaya pukul 15.23 WIB mengenakan batik corak hitam putih lengan panjang didampingi Sesmenko Bidang Infrastruktur dan para deputi lainnya dan disambut sejumlah pejabat Kemenkeu.
Menko AHY mengatakan, kedatangannya untuk berkonsultasi terkait dengan pendanaan infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar maupun penanganan bencana di Pulau Sumatera.
"Saya ingin berkonsultasi tentunya dengan Pak Purbaya sebagai Menteri Keuangan. Intinya terkait dengan pembangunan struktur di seluruh wilayah Indonesia ini kan perlu dukungan anggaran. Kita ingin menyampaikan kepada beliau apa saja yang perlu mendapatkan atensi dan juga dukungan," ujar AHY kepada wartawan.
AHY juga bilang, pertemuan dengan bendahara negara itu akan membahas soal restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang sampai saat ini belum menemukan titik terang.
Pihaknya ingin memastikan arahan Presiden dapat dijalankan dengan baik dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
"Konektivitas yang saya sampaikan di awal tadi juga pasti akan terkait dengan kereta cepat. Kereta cepat Jakarta-Bandung yang beberapa saat yang lalu juga mendapatkan perhatian masyarakat luas," kata AHY.
"Kami ingin memastikan bahwa apa yang menjadi direktif dari Bapak Presiden. Agar ini bisa diselesaikan dengan baik. Negara hadir, pemerintah hadir. Dan solusinya harus baik untuk semuanya," sambungnya.
Menurut AHY, pemerintah tidak hanya menargetkan agar Whoosh dapat beroperasi dengan baik dan berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang pengembangan jalur kereta cepat ke wilayah lain di masa depan.
"Kita tentu bukan hanya ingin KCJB atau KCIC ini bisa beroperasi dengan baik, sukses. Dan pada akhirnya juga bisa dikembangkan. Karena tentu tidak berhenti di Bandung. Kita berharap pengembangan kereta cepat ini juga bisa hingga Surabaya bahkan," kata AHY.
"Jadi bicara tentang restrukturisasi keuangan. Kereta cepat ini juga menjadi pembahasan," imbuhnya menegaskan.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengatakan, skema penyelesaian utang Whoosh masih didiskusikan meskipun Presiden Prabowo Subianto memastikan akan membayar cicilan utang proyek di era Jokowi tersebut Rp 1,2 triliun per tahun.
"Itu masih didiskusikan, masih didiskusikan detailnya. Itu masih, yang ada adalah masih garis-garis besarnya," kata Menkeu Purbaya saat kunjungan di Surabaya, Senin (10/11/2025).
Purbaya menyebut pemerintah akan mengirim tim ke China untuk menegosiasikan pembayaran utang proyek kereta cepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/AHY-temui-Purbaya-OK.jpg)