Senin, 4 Mei 2026

Suku Bunga di Bawah Pasar, Danantara Himpun Dana Rp 20 Triliun Lewat Patriot Bond 

Penerbitan patriot bond terbaru ini terutama akan menyasar para pengusaha besar di sektor kelapa sawit serta elite bisnis.

Tayang:
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY
TERBITKAN OBLIGASI LAGI - BPI Danantara akan menghimpun dana sebesar Rp 20 triliun di semeter pertama 2026 melalui penerbitan obligasi khusus Patriot Bond dengan suku bunga di bawah pasar. 
Ringkasan Berita:
  • Danantara akan menghimpun dana sebesar Rp 20 triliun di semeter pertama 2026 melalui penerbitan obligasi khusus Patriot Bond.
  • Suku bunga Patriot Bond diperkirakan berada di bawah bunga pasar.
  • Penerbitan patriot bond terbaru ini terutama akan menyasar para pengusaha besar di sektor kelapa sawit, serta elite bisnis.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan menghimpun dana sebesar Rp 20 triliun di semeter pertama 2026 melalui penerbitan obligasi khusus Patriot Bond.

Mengutip Bloomberg, Rabu (21/1/2026),  informasi ini disampaikan oleh sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut dan penggalangan dana ini akan menjadi yang kedua, setelah Danantara sebelumnya menerbitkan patriot bond pada akhir tahun lalu. 

Suku bunga obligasi ini diperkirakan berada di bawah bunga pasar. Sumber tersebut menyebutkan bahwa pembahasan masih berlangsung sehingga ketentuan penerbitan masih bisa berubah.

Pada penerbitan sebelumnya, Danantara menerbitkan obligasi bertenor 5 tahun dan 7 tahun dengan kupon sekitar 2 persen. Sebagai perbandingan, obligasi pemerintah Indonesia bertenor 7 tahun saat ini memiliki imbal hasil sekitar 6,2 persen. 

Meski awalnya menargetkan dana sebesar 3,1 miliar dolar AS, penerbitan tahap pertama tersebut berhasil menghimpun sekitar 3,6 miliar dolar AS setelah ada tambahan penjualan obligasi.

Sumber yang sama menyebutkan, penerbitan patriot bond tahap terbaru ini terutama akan menyasar para pengusaha besar di sektor kelapa sawit, serta elite bisnis yang belum berpartisipasi pada penerbitan sebelumnya. 

Penjualan obligasi ini juga merupakan bagian dari paparan Danantara kepada Presiden Prabowo Subianto awal bulan ini, yang membahas agenda dan arah kebijakan Danantara untuk tahun 2026, satu tahun setelah lembaga tersebut berdiri.

Baca juga: Danantara akan Terbitkan Patriot Bond Kedua dan Obligasi Global

Pada penerbitan tahap pertama, patriot bond mendapat dukungan dari keluarga-keluarga terkaya di Indonesia. Salah satunya adalah pengusaha Franky Widjaja, pemimpin Grup Sinar Mas yang memiliki bisnis di sektor kelapa sawit dan properti.

Danantara saat ini membutuhkan tambahan modal seiring rencananya untuk memperluas investasi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Presiden Prabowo memandang Danantara sebagai instrumen penting untuk mendorong ambisi pertumbuhan ekonomi nasional. 

Baca juga: Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Didanai dari Patriot Bond 

Danantara telah menghimpun sekitar 5 miliar dolar AS dari dividen badan usaha milik negara (BUMN) yang kini berada di bawah pengelolaannya.

Danantara sebelumnya juga telah memperoleh persetujuan fasilitas kredit sindikasi tanpa agunan senilai 1 miliar dolar AS dari bank-bank luar negeri. Komitmen kerja sama juga datang dari sejumlah lembaga keuangan asing, termasuk Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Namun, rencana penerbitan patriot bond tahap kedua ini dinilai berpotensi menambah kegelisahan di kalangan orang-orang kaya di Indonesia. 

Adapun hingga kini, pihak Danantara belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana tersebut.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved