Bisnis Outsourcing Incar Industri Migas, Targetkan Tumbuh Dua Digit
Industri outsourcing sumber daya manusia menargetkan ekspansi bisnis ke sektor oil and gas di 2026.
Ringkasan Berita:
- Industri outsourcing sumber daya manusia menargetkan ekspansi bisnis ke sektor oil and gas pada 2026, seiring upaya perusahaan memperluas portofolio di luar industri aviasi.
- Di industri aviasi, perusahaan menjalin kerjasama dengan bengkel perawatan pesawat di Korea Selatan yang membutuhkan tenaga ahli dari Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan outsouring PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) menargetkan ekspansi bisnis ke sektor oil and gas pada 2026, seiring upaya perusahaan memperluas portofolio di luar industri aviasi.
Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) Cornelis Radjawane mengatakan, langkah ekspansi ini dilakukan setelah evaluasi kinerja perusahaan dan melihat terbukanya peluang di sektor-sektor dengan standar keselamatan dan kepatuhan tinggi.
"Selain aviasi, kami bekerjasama dengan lembaga pendidikan, dengan customer di luar negeri. Kami juga mulai terbuka peluangnya untuk masuk di misalnya bisnis bidang oil dan gas. Oil dan gas untuk perusahaan-perusahaan baik BUMN maupun dari luar," kata Cornelis saat wawancara khusus dengan Tribunnews, dikutip Minggu (25/1/2026).
Selain oil and gas, GDPS juga tengah menjajaki peluang kerja sama di sektor lain, termasuk industri hiburan (entertainment) yang membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian dan manajemen operasional tertentu.
Meski demikian, Cornelis menegaskan aviasi tetap menjadi inti bisnis perusahaan. Ekspansi ke sektor lain dilakukan sebagai strategi pertumbuhan, bukan untuk meninggalkan sektor utama.
"Kemudian kita juga mulai melihat ke yang lain misalnya ke entertain, apa, entertain, hiburan ya. Perusahaan industri-industri hiburan yang bisa membutuhkan tenaga-tenaga kegiatan yang relevan. Nah semua ini yang kami sedang bangun," sambungnya.
Baca juga: Pengusaha Keberatan Outsourcing Dihapus: Pemerintah Harus Melihat dari Dua Sisi
Untuk mendukung ekspansi tersebut, GDPS juga membangun jaringan global dengan menggandeng mitra luar negeri. Salah satu kerja sama yang sedang berjalan adalah dengan bengkel perawatan pesawat di Korea Selatan yang membutuhkan tenaga ahli dari Indonesia.
GDPS juga membidik pasar negara-negara di kawasan Pasifik, Asia Tenggara, hingga Singapura dan Malaysia, dengan menawarkan tenaga kerja berkeahlian tinggi.
"Minggu ini kami dengan Korea Selatan ada bengkel perawatan yang sedang bertumbuh di Kota Selatan, mereka minta kerja ahli dari Indonesia, kemudian kita juga lagi coba untuk negara-negara di Pasifik barangkali kalau ini ada yang, ini karena kami kan negara-negara Pasifik itu kan orientasinya kalau nggak Australia Selandia Baru pasti kami bisa lebih kompetitif lah," papar dia.
Baca juga: GDPS Bocorkan Lulusan Paling Banyak Dicari Sektor Aviasi Tahun 2026
Cornelis menegaskan, pada 2026 GDPS menargetkan pertumbuhan pendapatan (top line) di kisaran 10–11 persen. Ia optimistis realisasi pertumbuhan dapat melampaui target tersebut.
"Kita sudah coba canangkan pertumbuhan secara top line kita mau bertumbuh di sekitar 10-11 persen. Walaupun kami bisa optimis, kemungkinan bisa lebih besar," papar dia.
Terakhir, Cornelis berharap bahwa.elalui ekspansi global dan masuknya GDPS ke sektor oil and gas, perusahaan tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga ikut mendorong pergeseran paradigma tenaga kerja Indonesia.
"Bagi kami sendiri going global itu satu dream juga ya dream come true juga ya kan seneng juga kalau lihat kami bisa mengirim tenaga-tenaga ahli perawatan ke berbagai tempat di luar negeri itu membuat men-shifting paradigma bahwa Indonesia bukan cuman kirim TKI ya," ucap dia.
"Barangkali kan ada shifting yang kita bisa lakukan ya itu yang kami harapkan bahwa Indonesia punya banyak sekali kekuatan banyak sekali hal yang baik dan kita bisa betul menyalurkan dan memanfaatkan itu," imbuhnya menegaskan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bisnis-perusahaan-outsourcing-OK.jpg)