Dipicu Lonjakan Barang Modal, Nilai Impor Indonesia 2025 Naik 2,83 Persen
Lonjakan nilai impor di 2025 terjadi pada barang modal yang mencapai 50,13 miliar dolar AS, naik 20,06 persen dibandingkan periode yang sama di 2024.
Ringkasan Berita:
- Nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 241,86 miliar dolar AS naik 2,83 persen dibandingkan periode yang sama di 2024.
- Lonjakan nilai impor sepanjang 2025 terutama terjadi pada barang modal yang mencapai 50,13 miliar dolar AS, naik 20,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Impor bahan baku atau bahan penolong tercatat turun 0,83 persen menjadi 169,30 miliar dolar AS. Impor barang konsumsi juga turun 1,35 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 241,86 miliar dolar AS naik 2,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono mengatakan, peningkatan impor sepanjang 2025 terutama didorong oleh kenaikan impor nonmigas, khususnya untuk barang modal.
"Sepanjang Januari sampai dengan Desember tahun 2025, total nilai impor mencapai 241,86 miliar USD atau naik 2,83 persen dibandingkan dengan periode sama atau periode tahun 2024 pada Januari sampai dengan Desember," kata Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).
BPS mencatat, nilai impor migas sepanjang 2025 mencapai 32,77 miliar dolar AS atau turun 9,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai impor nonmigas tercatat sebesar 209,69 miliar dolar AS, meningkat 5,11 persen secara tahunan.
"Jadi sama ya, baik tadi ekspor ataupun impornya untuk non-migas mengalami peningkatan. Nah, jika kita lihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal," ujar Ateng.
Berdasarkan penggunaannya, lonjakan nilai impor sepanjang 2025 terutama terjadi pada barang modal yang mencapai 50,13 miliar dolar AS, naik 20,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil sebesar 3,56 persen terhadap kenaikan total impor.
Baca juga: Trump Potong Tarif Impor Indonesia Jadi 19 Persen, Petani AS Diuntungkan
Kenaikan impor barang modal tersebut terutama berasal dari mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya (HS85), mesin dan perlengkapan mekanis beserta bagiannya (HS84), serta kendaraan dan bagiannya (HS87).
Adapun impor bahan baku atau bahan penolong tercatat turun 0,83 persen menjadi 169,30 miliar dolar AS. Impor barang konsumsi juga turun 1,35 persen menjadi 22,42 miliar dolar AS.
Baca juga: Fuso dan Hino Tunggu Langkah Konkret Pemerintah Kendalikan Banjir Impor Truk China
Sedangkan pada Desember 2025, total nilai impor Indonesia mencapai 23,83 miliar dolar AS, meningkat 10,81 persen dibandingkan Desember 2024.
Nilai impor migas pada Desember 2025 tercatat sebesar 3,35 miliar dolar AS, meningkat 1,71 persen secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas mencapai 20,48 miliar dolar AS, naik 12,46 persen dibandingkan Desember 2024.
"Peningkatan nilai impor secara tahunan tersebut terutama didorong tadi oleh peningkatan impor non-migas dengan andilnya 10,55 persen," ujar Ateng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jict-terapkan-sistem-ngen-dalam-operasionalnya_20210621_111046.jpg)