Di Depan Prabowo, Menko Airlangga Pamer Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025
Airlangga Hartarto menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen menjadi pertumbuhan tertinggi kedua
Ringkasan Berita:
- Menko Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11 persen
- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen secara year on year
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah India sebesar 7,4 persen.
Hal itu dia sampaikan di depan Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Target Pertumbuhan Ekonomi, DEN Soroti Strategi Penguatan Industri Tembakau
Dalam paparannya, Airlangga menjelaskan bahwa di tengah perlambatan ekonomi global yang cenderung stagnan di kisaran 2,9–3,1 persen berdasarkan proyeksi IMF, World Bank, dan OECD, Indonesia justru mencatatkan kinerja yang relatif kuat.
"Indonesia di antara negara G20 di kuartal keempat adalah nomor dua Pak, sesudah India yang 7,4 persen," kata Airlangga.
Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11 persen. Capaian ini didorong oleh sejumlah faktor, antara lain konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen.
Konsumsi organisasi/lembaga kemasyarakatan tumbuh 5,13 persen, investasi tumbuh 5,09 persen, belanja modal pemerintah melonjak 44,2 persen dan ekspor tumbuh 7,03 persen.
Airlangga juga menyoroti fenomena “back to back” hari besar keagamaan. Jika pada kuartal IV terdapat momentum Nataru, maka pada kuartal I 2026 akan ada Idul Fitri yang secara historis mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.
"Ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga serta peningkatan mobilitas akibat dari pada hari besar Nataru dan aktivitas ekonomi masyarakat dan ini untuk pertama kalinya Q4 2025 dan Q1 2026 back to back Pak," ujar Airlangga.
"Hari besar keagamaannya Karena di Q1 ada idul fitri yang diharapkan dan selama pengalaman kita pada saat terjadi lebaran, pertumbuhan tertinggi juga," imbuhnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen secara year on year (yoy). Angka tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi triwulan IV tertinggi sejak pandemi Covid-19.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan 4 2025 atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp 6.147,2 triliun atas dasar harga konstan Rp 3.474,5 triliun.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 4 2025 yang sebesar 5,39 persen ini merupakan pertumbuhan tahunan triwulan 4 tertinggi pasca pandemi COVID-19," kata Amalia dalam Rilis BPS, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi triwulan IV pada tahun 2021 sebesar 5,03 persen, kemudian tahun 2022 turun menjadi 5,01 persen. Lalu di tahun 2023 kembali naik menjadi 5,04 persen dan di tahun 2024 turun menjadi 5,02 persen.
Amalia menyatakan, lapangan usaha memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Kelima sektor tersebut menyumbang 63,09 persen terhadap total PDB nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menko-airlangga-pamer-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-IV.jpg)