Jumat, 17 April 2026

Menuju Swasembada, DME Jadi Solusi Kurangi Ketergantungan Impor LPG

Saat ini, kebutuhan LPG domestik telah menyentuh angka 8 juta ton per tahun, namun lebih dari 75% pasokan masih bergantung pada pasar luar negeri

Penulis: Erik S
Editor: Sanusi
dok. Kontan
GAME CHANGER - Pemerintah terus mematangkan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Langkah strategis ini menjadi game changer untuk menutup gap kebutuhan Liquid Petroleum Gas (LPG) yang volume kebutuhannya terus membengkak. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah mematangkan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME sebagai pengganti LPG untuk menekan impor dan menghemat devisa hingga Rp9,7 triliun per tahun.
  • Proyek prioritas ini dijalankan bersama BPI Danantara dan ditargetkan beroperasi di Tanjung Enim dengan investasi sekitar US$2,1 miliar.
  • Sejumlah pihak seperti PT Bukit Asam Tbk, MIND ID, dan PT Pertamina (Persero) mendukung proyek ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus mematangkan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Langkah strategis ini menjadi game changer untuk menutup gap kebutuhan Liquid Petroleum Gas (LPG) yang volume kebutuhannya terus membengkak.

Proyek tersebut masuk dalam 18 proyek hilirisasi prioritas yang dijalankan oleh BPI Danantara bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.

Baca juga: Tekan Impor LNG, Gasifikasi Batu Bara ke DME Jadi Pekerjaan Rumah Tertunda

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjelaskan proyek yang bakal dioperasikan di wilayah Tanjung Enim, Sumatera Selatan, ini bakal mendatangkan multiplier effect positif bagi perekonomian RI.

"Batu bara yang akan diolah sekitar 6 juta ton per tahun yang akan menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun. Dengan potensi tersebut, akan berpotensi mengurangi impor LPG sekitar 1 juta ton per tahun, yang berarti kita akan bisa menghemat devisa negara sekitar (Rp) 9,7 triliun per tahun," ucapnya dalam acara Launching Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Kantor Ditjen EBTKE KESDM, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Tak hanya soal substitusi impor, proyek ini juga bakal menjadi magnet investasi dengan estimasi mencapai US$ 2,1 miliar.

"Tentu ini merupakan kontribusi kita untuk mendorong pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan," tandas Yuliot.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkapkan urgensi proyek ini didasari oleh profil konsumsi energi nasional yang belum sepenuhnya mandiri. 

Saat ini, kebutuhan LPG domestik telah menyentuh angka 8 juta ton per tahun, namun lebih dari 75 persen pasokan masih bergantung pada pasar luar negeri.

Tri menilai utilisasi batu bara kalori rendah (low-rank coal) menjadi DME adalah langkah paling strategis untuk mengonversi kekayaan sumber daya alam domestik menjadi energi siap pakai.

Baca juga: Terobosan Hilirisasi, Eddy Soeparno Minta Keekonomian Proyek DME Pengganti LPG Dikaji Secara Cermat

"Kita masih melakukan impor (LPG) sebesar 6 koma sekian juta ton per tahun dan ini diharapkan dengan adanya DME dapat mensubstitusi atau mengganti daripada LPG tersebut," jelas tri.

Di lain sisi, Danantara selaku orkestrator memastikan tidak akan gegabah dalam mengeksekusi proyek strategis nasional tersebut. Fokus utama saat ini tertuju pada validasi teknologi guna menjamin nilai keekonomian proyek di wilayah tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menegaskan bahwa penentuan teknologi merupakan variabel kunci dalam menentukan harga jual gas hasil olahan batu bara tersebut. Hal ini krusial agar DME mampu bersaing dengan LPG di level konsumen.

"Kita akan melakukan kajian yang sangat detail kita sedang menentukan teknologi yang akan kita pakai," ujar Dony di sela acara Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Dony menjabarkan bahwa pemilihan teknologi bukan sekadar soal teknis operasional, melainkan strategi untuk memastikan daya serap pasar (offtaker) tetap terjaga melalui harga yang kompetitif.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved