Dedy Budiman, Bapak Sales Indonesia yang Ubah Stigma Profesi Sales
Profil Dedy Budiman, Founder Sales Director Indonesia. Dedy menekuni bidang penjualan sejak 1994 hingga sukses jadi champion sales trainer.
Temukan Jawabannya di Artikel ini:
- Siapakah Dedy Budiman?
- Bagaimana sepak terjang Dedy Budiman dalam menekuni profesi sales?
- Apakah tantangan yang dihadapi seorang sales di tengah masifnya perkembangan AI?
TRIBUNNEWS.COM - Pekerjaan sebagai seorang tenaga penjual atau sales seringkali dianggap memiliki beban berat untuk kelangsungan perusahaan. Tuntutan target telah menjadi makanan sehari-hari mereka yang berprofesi sebagai sales.
Stigma tersebut membuat banyak generasi muda menghindari profesi ini karena terlihat lebih banyak ‘penderitaannya’. Namun, tidak bagi founder Sales Director Indonesia, Dedy Budiman, yang sudah malang melintang di profesi ini selama sekitar 30 tahun.
"Banyak persepsi di masyarakat menganggap sales adalah profesi yang negatif konotasinya, sehingga banyak orang tua tidak mengizinkan anaknya terjun ke bidang ini. Mereka hanya tahu hal-hal negatifnya, tidak melihat hal positif yang selama ini memang tidak sampai ke telinga masyarakat," ungkap Dedy Budiman saat menghadiri podcast TRIBUN CORNER bertajuk “Optimalkan AI, Cari Cuan dari Jualan” di YouTube Tribunnews.
Profesi Sales Buka Pintu Menuju Kesuksesan
Dedy Budiman yang juga merupakan founder dari Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) melihat profesi sales sebagai penyelamat hidupnya saat berada di titik terendah.
Pada tahun 2001, Dedy berada di titik nadir ketika usaha yang dirintisnya bangkrut dan meninggalkan hutang hingga puluhan juta rupiah. Ia pun memutuskan untuk kembali menggeluti profesi sales, yang sebelumnya ia tekuni sejak lulus SMA pada tahun 1994.
Ketika kembali menjadi sales, Dedy memaklumi mengapa masyarakat memiliki stigma pada profesi ini. Ia bahkan langsung dituntut untuk memenuhi target 100 persen oleh perusahaan tempatnya bekerja sebagai sales ketika itu.
"Saya dikasih target 100 persen, dan waktu itu, kalau kurang dari 100 persen akan dipecat. Singkat cerita, saya akhirnya berhasil mencapai target 1000 persen. Jika berhasil 100 persen, saat itu sales dapat komisi 10 jutaan, jadi 1000 persen bisa dikalikan saya dapat berapa?” lanjut Dedy.
Dedy dengan bangga mengakui bahwa dari komisi tersebutlah ia bisa melunasi utang-utang yang ditinggalkan oleh usahanya yang bangkrut, bahkan memiliki biaya untuk menikah.
Dedy berargumen bahwa penderitaan dalam dunia sales sebenarnya adalah ‘Kawah Candradimuka’ untuk mereka yang ingin jadi entrepreneur. Pengalaman sebagai sales akan membentuk mentalitas tangguh yang sangat dibutuhkan oleh calon pengusaha.
“Kalau jadi sales saja gagal, bagaimana mau jadi entrepreneur yang butuh modal dan risikonya lebih besar?” tekan Dedy.
Baginya, sales adalah sekolah bisnis terbaik karena seseorang bisa belajar menjual tanpa perlu mengeluarkan modal pribadi untuk produk yang dipasarkan. Selain itu, menjadi sales memberikan akses ke jaringan relasi atau network yang sangat besar dan tidak ternilai harganya.
Dedy Budiman, Champion Sales Trainer dengan Segudang Pengalaman
Dengan segudang pengalaman di profesi ini, Dedy dikenal sebagai seorang sales trainer sejak tahun 2010. Selama 16 tahun terakhir, ia telah membagikan ilmunya kepada para sales di lebih dari 1000 perusahaan di seluruh Indonesia untuk memastikan tim penjualan mereka tetap tangguh dan relevan.
Selain dikenal sebagai founder Sales Director Indonesia (SDI) dan Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), Dedy Budiman juga membangun Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI).
Melalui AGMARI, Dedy aktif mengajarkan guru-guru SMK Pemasaran di berbagai daerah tentang profesi sales dan ilmu salesmanship, agar materi di sekolah selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Founder-Sales-Director-Indonesia-Dedy-Budiman.jpg)