Bulog Jajaki Ekspor Beras Premium ke Arab Saudi untuk Pasokan Jemaah Haji
Melalui produk unggulan Beras Haji Nusantara, Bulog resmi menjajaki peluang ekspor beras premium ke pasar Arab Saudi
Ringkasan Berita:
- Bulog memperkenalkan Beras Haji Nusantara kepada importir di Jeddah dalam acara business matching yang digelar KJRI.
- Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut antusiasme importir sebagai peluang besar untuk ekspor beras Indonesia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan jemaah Haji dan Umrah.
- Pemerintah menargetkan ekspor awal 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi pada minggu ketiga Februari 2026. Pengiriman tahap pertama ditujukan untuk konsumsi jemaah haji.
TRIBUNNEWS.COM, JEDDAH — Perum BULOG mulai melancarkan misi diplomatik pangan di tanah suci.
Melalui produk unggulan Beras Haji Nusantara, Bulog resmi menjajaki peluang ekspor beras premium ke pasar Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan jemaah Haji dan Umrah asal tanah air.
Langkah strategis ini diawali dalam ajang Business Matching yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.
Tak sekadar presentasi, Bulog langsung menantang para importir setempat untuk melakukan blind taste test atau uji cita rasa, membandingkan beras Indonesia dengan produk dari negara lain.
Hasilnya? Nasi dari Beras Haji Nusantara sukses mencuri perhatian.
Para importir memuji tekstur yang pulen, aroma yang menggoda, serta cita rasa yang dianggap sangat cocok dengan selera pasar di Arab Saudi.
Kualitas Super Premium dari Petani Lokal
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa antusiasme importir di Jeddah, Makkah, dan Madinah menjadi sinyal hijau bagi ekspor pangan nasional.
"Respons yang kami terima sangat baik. Beras Haji Nusantara ini adalah kelas super premium, diproses dari gabah segar petani kita menggunakan mesin penggilingan modern," ujar Ahmad dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2025).
Ia menjamin kualitas ekspor produk ini sangat terjaga, mulai dari kadar air yang presisi, tingkat pecahan (broken) yang rendah, hingga standar mutu laboratorium yang ketat.
"Adalah kebanggaan besar jika jemaah haji kita nantinya bisa menikmati nasi dari hasil bumi sendiri di tanah suci. Ini berkah bagi petani dan bangsa kita," tambahnya.
Baca juga: Peran TNI AD Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Dapat Dukungan Titiek Soeharto dan Dirut BULOG
Target Pengiriman Perdana
Ambisi ekspor ini bukan sekadar rencana di atas kertas.
Pemerintah telah menetapkan target ambisius dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan pekan lalu.
Indonesia dijadwalkan mulai mengirimkan tahap awal sebanyak 2.280 ton beras premium pada minggu ketiga Februari 2026.
Pengiriman perdana ini diproyeksikan untuk mengamankan rantai pasok konsumsi jemaah haji tahun ini, sekaligus menjadi pintu masuk permanen produk pangan Indonesia ke jantung pasar Timur Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ajang-Business-Matching.jpg)