Ibadah Haji 2026
Pemerintah Perluas Makkah Route ke Bandara Makassar, Jemaah Haji Tak Lagi Perlu Antre Imigrasi
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan layanan Makkah Route diperluas ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar
Ringkasan Berita:
- Layanan Makkah Route diperluas ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar
- Jemaah haji bisa berangkat tanpa harus melalui proses pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi
- Imigrasi akan menerapkan sistem imigrasi berbasis teknologi pengenalan wajah di Bandara Soekarno-Hatta dan Juanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menambah layanan Makkah Route untuk penyelenggaraan musim haji tahun 2026 ini.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan layanan Makkah Route diperluas ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
"Yang sebelumnya hanya tersedia di tiga bandara Soekarno-Hatta, Solo, dan Juanda, kini kita tambahkan Makkah Route di Makassar. Ini diharapkan bisa memperlancar keberangkatan jemaah haji kita," ujar Agus di Kantor Kementerian Haji di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Agus mengatakan lebih dari 60 persen jemaah haji Indonesia diperkirakan akan menggunakan fasilitas Makkah Route.
Skema ini memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan di Indonesia sebelum keberangkatan.
Baca juga: Menhaj Pastikan Persiapan Layanan Haji Hampir Rampung, Kini Tahap Pengecekan Akhir Seluruh Layanan
Sehingga, jemaah bisa berangkat tanpa harus melalui proses pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi.
"Proses-prosesnya dipermudah sehingga pada saat jemaah kembali yang telah melaksanakan ibadah haji hanya melewati saja," kata Agus.
Konsep Makkah Route, kata Agus, menghadirkan petugas imigrasi Arab Saudi langsung ke Indonesia.
Baca juga: Komisi VIII DPR RI: Pemerintah Perlu Perkuat Diplomasi Haji Guna Penambahan Kuota
Saat tiba di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi dan bisa langsung menuju bus untuk diberangkatkan ke penginapan.
"Sekaligus kami akan mengirimkan tambahan petugas untuk mendukung pelayanan selama proses kegiatan haji yang dilaksanakan, termasuk kalau perlu menugaskan pejabat di sana untuk komunikasi dengan pejabat imigrasi setempat," katanya.
Skema ini juga akan diberikan saat kepulangan jemaah di Tanah Air.
Agus menyebut pihaknya akan menerapkan sistem imigrasi berbasis teknologi pengenalan wajah di Bandara Soekarno-Hatta dan Juanda.
"Pada saat kembali, jemaah cukup melewati koridor gate yang bisa mengenali wajah mereka. Jadi prosesnya seamless, tidak perlu antre pemeriksaan imigrasi seperti biasa," ujarnya.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan tambahan berupa percepatan layanan paspor serta penugasan petugas ke Arab Saudi untuk memperkuat koordinasi selama penyelenggaraan ibadah haji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Agus-Andrianto122222.jpg)