Senin, 27 April 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

Kemenhub Tutup Sementara 11 Bandara Rawan Keamanan Pasca Penembakan Pilot Smart Air 

Ditjen Hubud melakukan pemetaan bandara berdasarkan tingkat risiko dan menyusun SOP khusus bagi awak pesawat di wilayah kritis.

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok. Kemenhub
DEMI KESELAMATAN PENERBANGAN - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menghentikan sementara operasional 11 bandara dan satuan pelayanan (satpel) penerbangan perintis di Papua, menyusul insiden penembakan pesawat milik PT Smart Cakrawala Aviation di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. 

Ringkasan Berita:
  • Kemenhub menghentikan sementara operasional 11 bandara dan satuan pelayanan (satpel) penerbangan perintis di Papua, menyusul insiden penembakan pilot pesawat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel. 
  • Ditjen Hubud tengah melakukan pemetaan bandara berdasarkan tingkat risiko dan menyusun Standard Operating Procedure (SOP) khusus bagi awak pesawat di wilayah kritis.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI menghentikan sementara operasional 11 bandara dan satuan pelayanan (satpel) penerbangan perintis di Papua, menyusul insiden penembakan pilot pesawat milik PT Smart Cakrawala Aviation di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan penerbangan perintis memiliki peran vital bagi masyarakat Papua, terutama untuk akses kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, dan mobilitas warga di wilayah terpencil.

"Sehingga keamanannya sangat krusial dan harus dijaga," kata Lukman dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Lukman memaparkan 11 bandara yang dihentikan sementara operasionalnya meliputi ⁠Satpel Koroway Batu, Bandara Bomakia, ⁠⁠Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, ⁠⁠Lapter Iwur, ⁠⁠Lapter Faowi, Lapter Dagai, ⁠⁠Lapter Aboy, ⁠⁠Lapter Teraplu dan Lapter Beoga.

"Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan," tutur Lukman.

Ditjen Hubud juga tengah melakukan pemetaan bandara berdasarkan tingkat risiko dan menyusun Standard Operating Procedure (SOP) khusus bagi awak pesawat di wilayah kritis, serta berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia dan aparat penegak hukum terkait investigasi insiden sesuai ketentuan perundang-undangan penerbangan.

Baca juga:  Motif Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, 20 Anggota KKB Diduga Terlibat

"Ditjen Hubud terus berkoordinasi dengan para operator penerbangan untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam operasional di daerah rawan keamanan, mengingat kondisi saat ini termasuk dalam kategori risiko ekstrem," ujar Lukman.

Kronologi penembakan Pilot Smart Air 

Pada 11 Februari lalu, terjadi penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Pesawat perintis dengan nomor penerbangan PK-SNR itu melayani rute Tanah Merah (TMH) – Danowage/Korowai Batu (DNW) – Tanah Merah.

Pesawat tipe Cessna C208B EX tersebut membawa dua orang pilot/awak, 12 penumpang dewasa dan 1 bayi (infant). Kemudian, pesawat lepas landas dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.38 WITA.

Lalu pada pukul 11.05 WITA, pesawat dilaporkan mendarat di Bandara Korowai Batu. Namun sesaat setelah mendarat, pesawat mengalami penembakan.

Baca juga: Olah TKP Bandara Koroway, 13 Lubang Peluru Ditemukan di Badan Pesawat Smart Air

Sekitar pukul 13.26 WITA, Ditjen Hubud menerima informasi bahwa kedua pilot menjadi korban penembakan dan meninggal dunia. Sementara itu, 12 penumpang dewasa dan 1 bayi dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.

"⁠Pada pukul 13. 26 WITA kami mendapat informasi bahwa ke-dua pilot menjadi korban penembakan dan telah meninggal dunia sedangkan 12 penumpang dan 1 bayi selamat," tegas Lukman.

 

 

]

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved