Survei 2026: ShopeePay Pimpin Peta Persaingan Dompet Digital, Promo dan Keamanan Jadi Penentu
Gen Z menjadi penggerak utama adopsi e-wallet, dengan ShopeePay unggul dalam transaksi harian hingga top-up game.
Ringkasan Berita:
- Riset Ipsos 2026 menunjukkan ShopeePay memimpin Top of Mind (41 persen) dan penggunaan tiga bulan terakhir (91 persen), mengungguli DANA, GoPay dan OVO.
- Promo gratis admin, cashback dan diskon tetap jadi faktor utama, namun keamanan dan integrasi ekosistem kini makin menentukan.
- Gen Z menjadi penggerak utama adopsi e-wallet, dengan ShopeePay unggul dalam transaksi harian hingga top-up game.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri dompet digital di Indonesia memasuki babak baru pada 2026. Tak lagi sekadar alat pembayaran alternatif, e-wallet kini menjelma menjadi ekosistem finansial terpadu yang melekat dalam keseharian masyarakat.
Mulai dari belanja online, pesan makanan, bayar tagihan, hingga top-up game, semuanya dilakukan lewat satu aplikasi.
Hal itu terungkap dalam riset terbaru Ipsos Indonesia bertajuk Digital Wallet Research 2026: User Behavior and Competitive Landscape.
Baca juga: ShopeePay Gebyar Ramadan 2026: Ada Paket Umrah dan Saldo Rp5 Miliar dari Goyang ShopeePay
Studi ini memotret perilaku pengguna sekaligus lanskap persaingan pemain utama seperti ShopeePay, GoPay, DANA dan OVO.
Hasil riset menunjukkan dompet digital semakin terintegrasi dalam berbagai kebutuhan transaksi finansial harian.
Mayoritas masyarakat menggunakan e-wallet untuk belanja online 86 persen, pembelian makanan dan minuman 77 persen, pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan internet 69 persen dan transfer ke rekening bank 68 persen.
Di tengah pertumbuhan pesat tersebut, ShopeePay tercatat unggul di sejumlah indikator utama. Pada kategori Top of Mind atau merek yang pertama diingat, 41 persen responden memilih ShopeePay, disusul DANA 26 persen, GoPay 23 persen, OVO 8 persen dan lainnya 2 persen.
Untuk penggunaan dalam tiga bulan terakhir, ShopeePay juga memimpin dengan 91 persen, diikuti GoPay 67 persen, DANA 67 persen dan OVO 44 persen.
Dari sisi frekuensi transaksi, rata-rata responden melakukan 23 kali transaksi per bulan menggunakan ShopeePay, lebih tinggi dibanding kompetitor.
Executive Director Ipsos Indonesia Andi Sukma mengatakan, peta persaingan dompet digital di tahun 2025 telah berevolusi dari sekadar meningkatkan awareness menjadi perlombaan pengembangan ekosistem digital dalam satu aplikasi.
"Riset terbaru IPSOS menunjukkan bahwa preferensi pengguna kini berakar pada keamanan sistem dan kedalaman integrasi layanan. Bukan lagi soal siapa yang paling dikenal, melainkan siapa yang paling mampu hadir di setiap titik sentuh kehidupan finansial masyarakat secara mulus yang terintegrasi," ucap Andi dalam keterangan, Rabu (25/2/2026).
Promo Sebagai Daya Tarik
Dalam memilih dompet digital, promosi tetap menjadi daya tarik terkuat. Ipsos mencatat tiga promo terfavorit responden adalah gratis biaya admin 79 persen, cashback 71 persen dan diskon atau potongan harga 66 persen.
ShopeePay dinilai paling banyak memberikan gratis biaya admin, diikuti DANA, GoPay dan OVO. Pada kategori cashback paling sering, ShopeePay kembali unggul disusul GoPay, DANA dan OVO. Sementara untuk diskon atau potongan harga, ShopeePay juga memimpin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RISET-DOMPET-DIGITAL-Riset-terbaru-Ipsos-Indonesia-bertajuk-Digital-Wallet-Research-2026.jpg)