Minggu, 10 Mei 2026

Koperasi Desa Merah Putih

Menteri Perdagangan Tawarkan Indomaret cs Jalin Kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih

Pola kerja sama yang bisa diterapkan serupa dengan kemitraan antara toko kelontong dan ritel modern yang selama ini telah berjalan.

Tayang:
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
TAWARKAN KOLABORASI - Menteri Perdagangan Budi Santoso di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026). Ia menawarkan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart untuk berkolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KDMP). 
Ringkasan Berita:
  • Pola kerja sama yang bisa diterapkan serupa dengan kemitraan antara toko kelontong dan ritel modern yang selama ini telah berjalan.
  • Toko kelontong memperoleh pasokan barang kebutuhan dari ritel modern maupun distributor yang terafiliasi.
  • Apabila Kopdes memperoleh suplai dari ritel modern, distribusi barang ke konsumen di desa akan semakin dekat dan efisien.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menawarkan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart untuk berkolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KDMP).

Tawaran tersebut disampaikan merespons isu penutupan ritel modern apabila Kopdes sudah beroperasi.

Budi menjelaskan, pola kerja sama yang bisa diterapkan serupa dengan kemitraan antara toko kelontong dan ritel modern yang selama ini telah berjalan.

Baca juga: Setop Ekspansi Alfamart dan Indomaret ke Desa, Mendes Yandri Susanto Lindungi Ekonomi Rakyat

Dalam skema tersebut, toko kelontong memperoleh pasokan barang kebutuhan dari ritel modern maupun distributor yang terafiliasi.

"Ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minimarket, dengan distributor, untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa," kata Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).

"Praktik kolaborasi atau kemitraan ini kan juga pernah dan sering dilakukan, sampai sekarang masih berlaku [antara ritel modern] dengan toko kelontong. Toko kelontong itu kan banyak disuplai dari ritel modern, dari para distributor," ujarnya.

Menurut dia, apabila Kopdes memperoleh suplai dari ritel modern, distribusi barang ke konsumen di desa akan semakin dekat dan efisien. Budi menilai kemitraan ini menjadi peluang yang baik bagi kedua belah pihak.

Terlebih, Kopdes sebenarnya tidak hanya menjual kebutuhan sehari-hari. Mereka juga dapat berperan seperti minimarket dengan ragam produk lebih luas.

Kopdes turut menyediakan kebutuhan pertanian seperti pupuk, bahkan dapat berfungsi sebagai apotek dan klinik di desa.

"KDMP jangkauannya lebih luas, tetapi tadi terkait dengan ritel, ritel atau distributor, ini bisa mensuplai produk-produknya melalui KDMP," ujar Budi.

Terkait wacana penutupan ritel modern, Budi menegaskan hal itu menjadi kewenangan pemerintah daerah (pemda).

Perizinan ritel modern, kata dia, berada di tangan pemda dan mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Budi meyakini pemerintah daerah akan bersikap bijak dalam mengembangkan Kopdes demi mendorong kemakmuran desa.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, Kopdes dimiliki oleh desa, sehingga hasil usaha yang diperoleh akan menjadi milik masyarakat serta pemerintah desa guna memperkuat pemberdayaan ekonomi setempat.

Usulan penutupan ritel modern setelah Kopdes beroperasi ini diutarakan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Gedung DPR Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 12 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Yandri menyatakan akan menyetop menjamurnya minimarket modern, seperti Alfamart dan Indomaret di desa.

Alasan penyetopan karena kehadiran ritel modern itu merupakan ancaman serius bagi penguatan ekonomi desa.

Videonya ketika mengusulkan hal tersebut pun viral di media sosial. Beragam tanggapan masyarakat memenuhi kolom komentar instagram pribadinya @yandri_susanto sejak beberapa hari belakangan.

Sebagian besar masyarakat menilai gagasannya menyetop Alfamart dan Indomaret bukan solusi.

Mengingat Koperasi Desa Merah putih yang dibanggakan itu dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Terkait hal tersebut, Yandri menyampaikan klarifikasi.

Dalam video yang diunggahnya lewat instagram pribadinya pada rabu (25/2/2026), Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyampaikan bantahan.

Dirinya membantah akan menyetop Alfamart dan Indomaret yang sudah berjalan.

"Seolah-olah saya ingin menutup Indomaret dan Alfamart yang sudah ada, tidak!" tegas Yandri dalam video ketika mengunjungi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Ranjeng, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (24/2/2026), dikutip dari wartakota.

"Yang kita stop itu, maka saya pakai Bahasa stop! stop ekspansi yang baru! stop izin yang baru!" tambahnya.

Dirinya menegaskan, akan mensukseskan Kopdes Merah Putih ke depannya.

Sehingga, seluruh keuntungan yang diperoleh dari Kopdes Merah Putih nantinya akan kembali untuk rakyat. 

"Kita muliakan, kita sukseskan Koperasi Desa Merah Putih! yang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat keuntungannya nanti!" jelas Yandri.

"Dan terutama untuk desa sekurang-kurangnya 20 persen keuntungan Kopdes Kembali menjadi Pendapatan Asli Desa," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yandri menegaskan dirinya maupun seluruh jajaran dalam Kabinet Merah Putih tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan masyarakat.

Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk bersatu padu bekerja bersama membangun Indonesia yang mandiri dan sejahtera.

"Menteri Desa nggak bisa kerja sendiri, Mensos nggak bisa kerja sendiri, Menkop nggak bisa kerja sendiri, BP Taskin nggak bisa jalan sendiri, Gubernur Banten nggak bisa jalan sendiri! Tapi kalau semua sama-sama jalan, dan bersama-sama bekerja, Insya Allah Indonesia ini akan menjadi negara yang Bahagia, benar-benar Rahmatan Lil Alamin," jelas Yandri. 

"Insya Allah dengan berbagai program yang kita kolaborasikan tadi maka akan hadir air mata kebahagiaan itu di seluruh desa di seluruh Indonesia yang jumlahnya 75.266," bebernya.

Lebih lanjut dipaparkannya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto berharap Kopdes Merah putih dapat mensejahterakan rakyat.

Oleh karena itu, dana desa yang menjadi sumber pendanaan desa tidak mengalami efisiensi.

Namun pengelolaannya diubah, sehingga pemerataan pembangunan dapat diwujudkan di setiap desa ke depannya. 

"Bapak Presiden orang yang paling ikhlas, tidak ada lagi yang beliau cari kecuali kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia, maka ada Koperasi Desa Merah Putih yang dipakai adalah dana desa," ungkap Yandri.

"Saya sampaikan di mana-mana, dana desa itu nggak turun, tidak dikurangi, tidak dipakai oleh pemerintah pusat, tapi yang diubah adalah tata kelolanya. Dan sekarang dalam rangka pemerataan ekonomi itu Maka Koperasi Desa Merah Putih adalah alat yang jitu dan akurat ke setiap desa untuk memastikan pemerataan itu benar-benar ada," jelasnya.

"Minimarket-minimarket yang sudah ada ya silahkan jalan, Indomaret-Alfamart yang sudah ada silahkan jalan! saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup, yang di-stop itu adalah izin baru. Jangan sampai minimarket-minimarket ini sampai ke desa-desa dan bisa mematikan usaha-usaha rakyat di desa. Bangun Desa, Bangun Indonesia! Desa Terdepan untuk Indonesia!" tutup Yandri.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved