Koperasi Desa Merah Putih
Profil Bos Indomaret Anthoni Salim, Bisnisnya Bakal Terdampak Imbas Pendirian Kopdes Merah Putih
Koperasi Desa Merah Putih bakal dijadilan ritel modern di setiap desa, sosok pengusaha ritel Indomaret disebut bisnisnya bakal terancam
Ringkasan Berita:
- Pendirian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih program pemerintah disebut dapat mengancam pembangunan ritel modern
- Salah satu pemilik ritel, Indomaret, Anthoni Salim disebut bakal terdampak terhadap pembangunan Kopdes Merah Putih ini
- Sebab, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto,mengusulkan agar pemerintah daerah tidak lagi menerbitkan izin baru bagi minimarket modern, khususnya di desa.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah berencana menjadikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai ritel modern di setiap desa di Indonesia.
Program ini diharapkan mampu menjadi alternatif bahkan pengganti minimarket berjejaring seperti Indomaret dan Alfamart di wilayah pedesaan.
Seiring mulai beroperasinya Kopdes Merah Putih di sejumlah desa, ekonomi desa menjadi lebih kuat karena perputaran uang tetap berada di masyarakat setempat.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto meminta pemerintah daerah tidak lagi menerbitkan izin baru bagi minimarket modern, khususnya di desa.
Menurutnya, jika Kopdes Merah Putih sudah berjalan, masyarakat desa bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan hariannya.
Meski demikian, Yandri menegaskan pemerintah tidak akan menutup minimarket yang sudah beroperasi.
"Yang sudah ada silakan tetap berjalan. Kami tidak pernah mengatakan akan menutup Alfamart atau Indomaret yang sudah ada."
"Namun, karena retail modern kini sudah masuk ke desa-desa, kami mohon para pemangku kepentingan tidak lagi mengeluarkan izin baru," kata Yandri kepada wartawan di Serang, Selasa (24/2/2026).
Di sisi lain, langkah ini bisa berdampak pada pemilik ritel, salah satunya pemilik Indomaret, yakni Anthoni Salim.
Profil Anthoni Salim Bos Indomaret
Anthoni Salim (Liem Hong Sien) adalah konglomerat Indonesia, pemimpin Salim Group, ritel, perbankan, telekomunikasi dan energi.
Baca juga: Kemensos dan Kemenkop Kerja Sama Dorong KPM Penerima Bansos jadi Anggota Kopdes Merah Putih
Jaringan ritelnya, Indomaret di bawah Indomarco Prismatama/Indoritel, tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Ia juga sosok di balik hadirnya Indomie melalui PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Melansir jhonnythiodoran.id dan forbes.com, Anthoni Salim lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 15 Oktober 1949.
Anthoni Salim tercatat pernah menempuh studi di Nort East Surrey College of Technology di London, Inggris dan meraih gelar Bachelor of Arts di bidang bisnis.
Putra bungsu pasangan Sudono Salim dan Lie Las Niao ini kembali ke Indonesia karena ditugasi oleh ayahnya untuk mengambil alih kendali Salim Group.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Anthoni-Salim-Konglomerat-Indonesia-Pemilik-Indomaret.jpg)