Iran Vs Amerika Memanas
Konflik Iran Vs AS Makin Memanas, Bahlil Garansi Harga BBM Pertalite Tidak Akan Naik
Bahlil Lahadalia menegaskan, perang Amerika Serikat-Israel versus Iran tidak akan mempengaruhi harga BBM Pertalite yang dijual di Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Bahlil Lahadalia menegaskan, perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran tidak akan mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dijual di Indonesia.
- Saat ini harga bensin untuk RON 90 jenis Pertalite milik PT Pertamina dijual untuk keperluan masyarakat senilai Rp10.000 perliter karena adanya subsidi dari pemerintah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran tidak akan mempengaruhi harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Indonesia.
Bahlil menegaskan, Pertalite merupakan bensin yang dijual kepada masyarakat atas dasar subsidi dari pemerintah.
"BBM dalam negeri itu kan dibagi menjadi dua. Ada harga yang disubsidi, ada harga yang diserahkan kepada pasar. Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, Pertalite, itu mau naik berapapun tetap harganya sama," kata Bahlil saat jumpa pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Diketahui, saat ini harga bensin untuk RON 90 jenis Pertalite milik PT Pertamina dijual untuk keperluan masyarakat senilai Rp10.000 perliter karena adanya subsidi dari pemerintah.
Kenaikan harga terhadap Pertalite bisa saja terjadi, asalkan kata Bahlil ada ketetapan langsung dari pemerintah. Pemerintah belum membahas apapun perihal Hatta dari pertalite meski adanya konflik di Timur Tengah.
"Termasuk dengan subsidi solar. Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada (isu kenaikan harga). Jadi aman-aman saja," ucap Bahlil. Dengan adanya kepastian ini, mantan Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM tersebut meminta publik tidak perlu khawatir.
Baca juga: Selat Hormuz Diblokade Iran dan Kilang Arab Saudi Tutup, Minyak dan Gas Asia Jadi Rebutan
Kata dia, publik khususnya yang saat ini tengah menjalani ibadah puasa Ramadan dan tengah menyambut Hari Raya IdulFitri untuk sejatinya fokus saja untuk beribadah. "Hari raya yang baik, puasa yang baik, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM," tutur dia.
Sementara itu, terhadap BBM dengan jenis RON yang lebih tinggi dalam hal ini yang tidak disubsidi oleh pemerintah, harganya kata dia, menyesuaikan pasar. Hal serupa juga terjadi untuk BBM merek swasta yang ada di dalam negeri seperti halnya, Shell, Vivo dan BP AKR.
"Tetapi kalau untuk (bensin) non-subsidi, artinya harga pasar, dia akan fluktuatif berdasarkan dinamika harga pasar yang ada, yang sudah terjadi sebelumnya," kata dia.
"Kan itu kan sudah terjadi bukan baru sekarang kan? Dan itu sudah terjadi sebelum-sebelumnya berdasarkan permen tahun 2022. Bahwa harga itu bisa kalau yang non-subsidi itu bisa terjadi dinamika," tandas Bahlil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bahlil-Harga-Pertalite-tak-naik-OK.jpg)