Minggu, 3 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Nilai Transaksi Pasar Modal Masih Tinggi Meski Ada Perang di Timur Tengah, OJK: Tak Seperti Krisis

Ketidakpastian global mendorong investor mengalihkan dana ke aset safe haven sebagai langkah mitigasi risiko.

Tayang:
HO/IST
PASAR MODAL RI - Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi. OJK menyebut IHSG sempat tertekan akibat eskalasi konflik Israel-AS versus Iran yang memicu volatilitas pasar global dan lonjakan harga energi. 

Ringkasan Berita:
  • OJK menyebut IHSG sempat tertekan akibat eskalasi konflik Israel-AS versus Iran yang memicu volatilitas pasar global dan lonjakan harga energi.
  • Ketidakpastian global mendorong investor mengalihkan dana ke aset safe haven sebagai langkah mitigasi risiko.
  • Meski demikian, transaksi pasar tetap tinggi dan investor asing masih mencatat net buy sekitar Rp2,23 triliun.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari mengalami tekanan seiring adanya perang Israel-Amerika Serikat versus Iran.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, eskalasi konflik di Iran meningkatkan risiko terhadap rantai pasok global dan pasokan energi global, yang mendorong kenaikan harga-harga barang, terutama harga minyak dan energi, sehingga menyebabkan volatilitas pasar global. 

"Adanya peningkatan ketidakpastian dapat mendorong flight to quality ke instrumen safe haven," kata Hazan dikutip Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Pagi Ini IHSG Dibuka Menguat ke 7.493,1 Rupiah juga Rebound

Hasan menilai, pengalihan dana dari saham ke instrumen safe haven oleh investor merupakan hal yang wajar sebagai upaya mitigasi risiko.

Namun, Ia menyakini hal ini tidak berlangsung lama dan investor akan kembali ke pasar modal Indonesia, dan sudah terlihat dari transaksi investor asing melakukan pembelian (net buy).

"Rata-rata nilai transaksi harian per 6 Maret 2026 sebesar Rp29,87 triliun, Sedangkan, net buy investor asing Rp2,23 triliun," tuturnya.

“Indeks sekarang juga jauh berbeda saat krisis. Kalau dulu krisis banyak yang jual, tidak ada yang beli. Jadi satu sisi saja. Tapi sekarang transaksi masih tinggi, tidak terjadi satu arah, asing juga masuk," sambungnya.

Tercatat, IHSG pada perdagangan Selasa (10/3/2026) ditutup naik sebesar 103,54 poin atau 1,41 persen, mencapai level 7.440,91.

Reformasi Integritas Pasar Modal

Hasan menegaskan OJK bersama pemangku kebijakan terkait pasar modal secara serius melakukan reformasi integritas pasar modal Indonesia.

Reformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor global dan memperkuat struktur pasar modal Indonesia setelah evaluasi MSCI.

Adapun langkah tersebut dijalankan melalui delapan aksi, di antaranya, peningkatan free float jadi 15 persen, transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO), peningkatan transparansi data, demutualisasi BEI.

Lalu, penguatan penegakan hukum, peningkatan Tata kelola emiten, pendalaman pasar secara terintegrasi, dan sinergi dan kolaborasi stakeholder.

Hasan menyampaikan, OJK telah menyampaikan 3 proposal kepada MSCI, yaitu granularitas rincian
klasifikasi investor menjadi 28 sub tipe.

Kedua, disclosure pemegang saham di atas 1 persen dan ketiga, kenaikan free float menjadi 15 persen.

"Teman media sudah melihat data pemegang saham di atas 1 persen, yang sudah kami publikasikan per akhir Februari 2026. Jadi sekarang bisa tahu si A, B punya 1 persen," tuturnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved