Mudik Lebaran 2026
Dermaga Merak Terbatas, Bambang Haryo Ingatkan Potensi Ricuh di Puncak Arus Mudik
Terbatasnya jumlah dermaga di Pelabuhan Merak jadi persoalan serius dalam menjaga kelancaran arus kendaraan di puncak arus mudik Lebaran 2026 ini.
Ringkasan Berita:
- Terbatasnya jumlah dermaga di Pelabuhan Merak, Banten, jadi persoalan serius dalam menjaga kelancaran arus kendaraan di puncak arus mudik Lebaran 2026 ini.
- Saat ini ada 72 kapal yang disiapkan melayani lintasan Merak–Bakauheni, namun hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi optimal karena keterbatasan dermaga.
- Lancarnya arus kendaraan di jalan tol bisa mengakibatkan lonjakan volume kendaraan yang cepat tiba di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Terbatasnya jumlah dermaga di Pelabuhan Merak, Banten, dinilai menjadi persoalan serius dalam menjaga kelancaran arus penyeberangan kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni di puncak arus mudik Lebaran 2026 ini.
Meski jumlah kapal yang tersedia terus bertambah, sebagian besar justru tidak dapat dioperasikan karena minimnya fasilitas sandar.
Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soekartono, meminta pemerintah segera menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak guna mengatasi keterbatasan kapasitas angkut pelayanan penyeberangan.
Menurut pemilik sapaan akrab BHS, saat ini terdapat sekitar 72 kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan Merak–Bakauheni, namun hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi optimal karena keterbatasan dermaga.
“Situasi ini sudah berlarut larut bertahun tahun yang menyebabkan kemacetan parah di lintasan Merak Bakauheuni pada saat musim libur lebaran dan tahun baru. Sangat ironis antrian kendaraan logistik dan penumpang yang sangat panjang tapi sebagian besar kapal malah tidak beroperasi karena keterbatasan dermaga," ujarnya.
Dari total 72 kapal yang tersedia, yang bisa beroperasi hanya 28 kapal di tujuh dermaga. Satu dermaga hanya bisa melayani sekitar empat kapal.
Baca juga: Kisah Puput Menjemput Rezeki di Pelabuhan Merak saat Arus Mudik, Omzet Capai Rp 450 Ribu Per Hari
Artinya, ada sekitar 44 kapal atau 60 persen lebih kapal tidak dapat dioperasikan. Padahal kapal dalam keadaan siap dan layak beroperasi. ujar ketua dewan pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Kamis (12/3) di Kawasan Pelabuhan Merak Cilegon Banten.
Kondisi tersebut dinilai menjadi masalah serius dan masyarakat selalu dikorbankan harus mengantre akibat kebijakan Pemerintah yang tidak segera menyelesaikan permasalahan dengan melakukan pembangunan dermaga baru tersebut.
Lancarnya arus kendaraan di jalan tol bisa mengakibatkan lonjakan jumlah kendaraan logistik maupun kendaraan penumpang yang cepat tiba di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni saat musim mudik dan liburan panjang.
Baca juga: H-6 Lebaran: Pelabuhan Merak Ramai Lancar, Truk Mulai Dialihkan dari Jalur Tol
Pada saat permintaan meningkat kapasitas angkut pelayanan justru tidak dapat dimaksimalkan.
“Pada saat peak season masyarakat membutuhkan angkutan, tetapi kapal tidak bisa dioperasikan karena keterbatasan dermaga,” katanya.
BHS menegaskan bahwa solusi paling mendesak adalah menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak. Dari yang saat ini berjumlah tujuh dermaga, pemerintah diminta segera menambah setidaknya tiga dermaga baru dalam waktu dekat.
Dengan penambahan tersebut, kapasitas sandar kapal dapat meningkat signifikan. Dengan memanfaatkan kapal yang saat ini dibiarkan tidak difungsikan. Tiga dermaga tambahan diperkirakan mampu menampung sekitar 12 kapal tambahan untuk beroperasi secara bersamaan.
“Kalau ditambah tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal tambahan. Itu sudah sama dengan bertambah sekitar 50 persen dari total kapasitas angkut Dari total kapasitas angkut terpasang yang tersedia. Sehingga antrian kendaraan yang akan menggunakan kapal penyebrangan akan jauh lebih lancar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan angkutan penyeberangan saat ini terus meningkat di lintasan Merak Bakauheni terutama untuk transportasi logistik, transportasi publik dan penumpang. Di mana transportasi logistik di lintasan tersebut naik setiap tahunnya mencapai 10-12 persen per tahun.
Menurutnya, jika penambahan infrastruktur tidak segera dilakukan, maka dalam beberapa tahun ke depan kapasitas angkutan penyebrangan di Merak Bakauheni dikhawatirkan tidak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan maupun distribusi logistik di lintasan tersebut.
Jika kongesti ini terjadi kemacetan akan meresahkan publik dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional
Harusnya pemerintah tidak menambah jumlah kapal, yang malah akhirnya bisa menambah deretan kapal kapal yang tidak bisa dioperasikan atau menambah deretan kapal yang hanya untuk off makin panjang. Kalau ingin menambah kapasitas angkut harusnya pemerintah segera melakukan penambahan dermaga!
“Karena itu, penambahan infrastruktur dermaga menjadi langkah penting agar kapasitas layanan penyeberangan dapat mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan dalam tahun tahun ke depan” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Antre-di-Pelabuhan-Merak-Banten-OK.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.