Jumat, 10 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Pemudik Keluhkan Sistem KAI yang Sempat Error Saat 'War Tiket' Lebaran 2026

Ketersediaan tiket untuk keberangkatan dalam waktu dekat sudah sangat terbatas, rata-rata kurang dari 1.000 tiket per hari.

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Fersianus Waku
BERANGKAT MUDIK - Suasana kepadatan calon pemudik untuk merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu siang, 15 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah calon pemudik mengaku kesulitan mendapatkan tiket mudik saat di Lebaran 2026 ini.
  • Tingginya pemesanan membuat sistem aplikasi KAI yang digunakan sempat mengalami kendala. 
  • Ketersediaan tiket untuk keberangkatan dalam waktu dekat memang sudah sangat terbatas, untuk sampai dengan tanggal 20 Maret rata-rata kurang dari 1.000 tiket per harinya.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah calon pemudik mengaku kesulitan mendapatkan tiket mudik saat di Lebaran 2026 ini.

April (22), pemudik tujuan Kediri, Jawa Timur, menceritakan betapa sulitnya mendapatkan tiket kereta api saat KAI mulai membuka pemesanan tiket kereta jarak jauh Februari lalu.

Mahasiswi jurusan Elektronika Instrumentasi Nuklir ini harus terpaksa menggeser jadwal kepulangannya karena kehabisan tiket reguler.

"Susah banget, harus war tiket ya. Harusnya tuh aku pulang dari tiga hari yang lalu, cuma enggak dapat tiket di hari itu. Jadi harus beli di yang (jadwal) sekarang ini. Ini pun aku dapat yang KA Tambahan," kata April saat ditemui Tribunnews.com di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (15/3/2026).

April menjelaskan, dirinya sudah bersiap memesan tiket sejak H-45 keberangkatan. Namun, tingginya pemesanan membuat sistem aplikasi KAI yang digunakannya sempat mengalami kendala. 

"Nunggu tiga jaman. Karena nge-war kan, terus kalau di KAI Access tuh sistemnya kadang error karena kebanyakan yang akses," ujarnya. 

Pengalaman serupa dialami oleh Sudari (53). Pria yang hendak mudik ke Madiun bersama istri dan anaknya ini mengaku harus merelakan waktu tidurnya demi mendapatkan tiket. 

Ia memantau pemesanan sejak malam hari dan baru berhasil mengamankan tiket pada keesokan paginya.

Baca juga: Pemudik Makin Padati Stasiun Pasar Senen di H-6 Lebaran Minggu Siang

"Oh susah sekali, Pak. Dari sore jam 9 sampai pagi nungguin terus, baru bisa. Belum dapat-dapat (awalnya). Ya mungkin terlalu banyak yang ikut, padat, berebutan," ucap Sudari. 

Namun, Sudari mengaku tetap bersyukur lantaran bisa pulang ke kampung halamannya meski proses mendapatkan tiket menguras tenaga dan waktu.

Sudari tidak setiap tahun bisa pulang kampung karena terkendala ekonomi. Karena itu, dirinya sudah tak bersabar untuk bertemu keluarga di Madiun. 

"Yang paling dirindukan ya keluarga, saudara, soalnya kan masih ada di kampung," tuturnya. 

Sementara itu, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyebutkan bahwa ketersediaan tiket untuk keberangkatan dalam waktu dekat memang sudah sangat terbatas.

Baca juga: Cerita Perjuangan Herky War Tiket Kereta Mudik, Dapat Harga Rp 570 Ribu Tujuan Semarang

"Untuk ketersediaan tiket sampai dengan tanggal 20 (Maret) emang cukup tipis ya. Rata-rata kurang dari 1.000 tiket per harinya," ujarnya.

Meski demikian, bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk pulang ke kampung halaman, KAI mencatat ketersediaan tempat duduk masih cukup banyak untuk periode keberangkatan akhir bulan.

"Tapi dari tanggal 23 sampai dengan tanggal 1 April, bagi masyarakat yang belum sempat mudik, itu tiket cukup banyak tersedia ya," jelasnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved