Minggu, 19 April 2026

Hashim Sebut Banyak Menteri Mau Alokasi Lahan untuk Program 3 Juta Rumah

saat ini banyak menteri atau kementerian di Kabinet Merah Putih yang bersedia mengalokasi lahan milik negara untuk program 3 juta rumah.

|
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
PROGRAM 3 JUTA RUMAH - Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo saat memberikan sambutan di acara Rencana pembangunan rusun oleh PT KAI di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Seluruh rumah yang nantinya akan dibangun di lahan milik negara tersebut akan diproyeksikan untuk kebutuhan tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah
  • Prasetyo akan mengalokasi lahan yang berstatus milik negara dalam hal ini Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) seluas 30 hektar di daerah Kemayoran

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyampaikan saat ini banyak menteri atau kementerian di Kabinet Merah Putih yang bersedia mengalokasi lahan milik negara untuk program 3 juta rumah.

Hal itu turut disampaikan langsung oleh Hashim kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Hashim Djojohadikusumo Optimistis Program 3 Juta Rumah Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Hashim mengatakan hal itu saat memberikan sambutan dalam acara peresmian lahan untuk pembangunan rusun subsidi okeh PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026) yang juga turut dihadiri AHY.

"Ini tujuan yang luar biasa, lahan di mana-mana Pak Menko, tadi sebetulnya saya sudah sebut bahwa Menteri Pertahanan Pak Sjafrie bersedia untuk alokasi 41 hektar di Berlian Pak, mungkin Bapak bisa hubungi Pak Sjafrie. 41 hektar itu sudah alokasi untuk perumahan. Itu sudah Pak Sjafrie ke saya dan di depan Pak Prabowo," kata Hashim.

Tak hanya Menteri Pertahanan RI (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara RI (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga sudah menyatakan demikian.

Kata Hashim, Prasetyo akan mengalokasi lahan yang berstatus milik negara dalam hal ini Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) seluas 30 hektar di daerah Kemayoran.

"Juga Mensekneg Pak Menko, Mensekneg Pak Prasetyo katakan di Kemayoran ada sejumlah tanah yang juga bisa dialokasi kan di bawah kuasa oleh Mensekneg. Itu juga bisa kalau nggak salah 30 hektar Pak, itu juga bisa untuk perumahan," kata dia.

Terakhir, Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid juga kata Hashim akan mengalokasikan lahan milik Kementerian Komdigi di kawasan Depok untuk program 3 juta rumah ini.

Kata dia, lahan yang akan dialokasikan oleh Komdigi bersama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) yakni seluas 45 hektar.

Baca juga: Hashim Djojohadikusumo Mengaku Prabowo Curhat soal Lambannya Realisasi Program 3 Juta Rumah

Kata dia, seluruh rumah yang nantinya akan dibangun di lahan milik negara tersebut akan diproyeksikan untuk kebutuhan tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Dan saya dengar Komdigi, Komdigi sudah alokasi 45 hektar itu RRI Pak di Depok. Di Depok 45 hektar di Depok di bawah kuasa Komdigi dan RRI, itu juga untuk apa masyarakat yang berpenghasilan rendah," tutur dia.

Hashim juga memastikan, setiap lahan yang sifatnya milik negara atau milik badan usaha milik negara (BUMN) haram hukumnya untuk dijual kembali.

Kata dia, Presiden Prabowo sudah memerintahkan agar lahan-lahan milik negara tersebut dibangun menjadi rumah tinggal untuk warga.

"So ini di Jabodetabek terdapat banyak lahan milik negara. Dan Pak Prabowo sudah katakan berapa kali di depan saya dan di tempat lain bahwa tanah milik BUMN itu adalah tanah milik rakyat Indonesia. Sehingga tanah itu tidak boleh dijual dengan harga pasar, tidak boleh, itu haram," tukas dia.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved