Kamis, 7 Mei 2026

Terkendala Lahan, Pembangunan 33 Km Tanggul di Bantaran Ciliwung Baru Rampung 2029

Pemerintah akan menormalisasi aliran sungai Ciliwung di sepanjang wilayah Rawajati, Jakarta Selatan hingga Bidara Cina, Jakarta Timur.

Tayang:
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
NORMALISASI SUNGAI CILIWUNG - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau aliran sungai Ciliwung di kawasan Rawajati, Jakarta Selatan hingga Bidara Cina, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah segera menormalisasi aliran sungai Ciliwung di wilayah Rawajati, Jakarta Selatan hingga Bidara Cina, Jakarta Timur.
  • Pembangunan tanggul merupakan upaya paling masuk akal untuk mencegah banjir di wilayah Jakarta saat musim hujan.
  • Pemerintah juga akan mengeruk aliran sungai yang mulai dangkal seperti sungai khusunya Ciliwung dan Sungai Cisadane agar minimal kedalamannya di atas 50 cm.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan segera menormalisasi aliran sungai Ciliwung di sepanjang wilayah Rawajati, Jakarta Selatan hingga Bidara Cina, Jakarta Timur.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai dirinya meninjau langsung kondisi aliran sungai Ciliwung yang memiliki rentang panjang 33 kilometer tersebut.

Kata AHY, saat ini pemerintah sedang membangun tanggul sungai sepanjang 17 kilometer dari total keseluruhan panjang tanggul yang dibutuhkan.

"Kemudian tadi dijelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pembangunan dan revitalisasi termasuk normalisasi sungai kurang lebih 33 kilometer, yang sudah dilakukan 17 kilometer (52 persennya), sisanya 16 kilometer," kata AHY usai meninjau Inlet Sodetan Kali Ciliwung, Bidara Cina, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Kata dia, normalisasi sungai Ciliwung di daerah hilir di Jakarta sangat penting dilakukan dan pembangunan tanggul merupakan upaya paling masuk akal untuk mencegah banjir di wilayah Jakarta saat musim hujan.

"Termasuk tadi kita menyusuri menggunakan perahu karet dari Rawajati ke Bidara Cina kurang lebih 5 kilometer, ada 2,3 kilometer di mana itu merupakan titik-titik yang paling mungkin terjadi banjir setiap saat. Ini harus kita segera lakukan normalisasi, pembangunan tanggul kurang lebih tingginya 4 hingga 5 meter dan tadi bisa dihitung berapa panjang di titik-titik yang paling rawan, anggaran juga bisa dihitung," kata dia

Selain pembangunan tanggul sungai, pemerintah juga akan mengeruk aliran sungai yang mulai dangkal seperti sungai khusunya Ciliwung dan Sungai Cisadane agar minimal kedalamannya di atas 50 sentimeter.

"Karena ternyata tadi penjelasannya setiap tahun itu harus terus dilakukan normalisasi. Naik lagi pendangkalan 20 sentimeter, pendangkalan 50 sentimeter. Nah, itu harus dilakukan terus pengerukan. Jadi ini sangat berpengaruh pada kondisi sungai kita," ucap dia.

Baca juga: Proyek Tanggul Laut Raksasa Dipastikan Dimulai dari Pantura Jawa

Meski begitu, AHY menyatakan, rencana melakukan normalisasi terhadap sungai tersebut tidak selalu berjalan dengan mudah.

Saat ini, pemerintah sedang dihadapkan dengan persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan tanggul.

Kata AHY, dari panjang 16 kilometer sisa pembangunan tanggul itu, sebagian besar di antaranya karena dipengaruhi permasalahan pembebasan lahan.

"Memang tantangannya selalu di antaranya adalah lahan. Tadi Ibu Wamen PU juga menyampaikan lahannya sering kali masih terhambat, belum clean and clear pengadaannya. Itulah mengapa kolaborasi pemerintah pusat dan Pemprov ini menjadi sangat penting dan masyarakat juga harus terlibat dalam upaya besar ini," beber dia.

Baca juga: Banjir di Semarang Dipicu Tanggul Jebol, Wilayah Mangkang Kulon Terdampak Parah

Atas kondisi tersebut, AHY mengatakan, target pembangunan tanggul yang sebelumnya dipastikan bisa rampung pada 2027 akan digeser menjadi paling tidak rampung pada 2029.

Sebab kata AHY, normalisasi terhadap sungai Ciliwung tidak akan menghasilkan suatu yang maksimal apabila masih ada pembangunan liar di sepanjang aliran sungai.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved