Minggu, 12 April 2026

Pegadaian Punya 275.000 Agen, Perluas Layanan Hingga Pelosok Indonesia

PT Pegadaian terus memperluas jangkauan layanan ke seluruh wilayah Indonesia melalui pengembangan jaringan agen.

|
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi

Ringkasan Berita:
  • Pegadaian telah menggandeng sekitar 275.000 agen yang tersebar hingga ke berbagai pelosok daerah
  • Selain mengandalkan outlet resmi, Pegadaian juga memperluas jangkauan layanan melalui jaringan agen yang kini mencapai ratusan ribu mitra

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga keuangan non-bank milik BUMN, yakni PT Pegadaian, telah berdiri sejak 1 April 1901. Hingga saat ini berusia 125 tahun, PT Pegadaian terus memperluas jangkauan layanan ke seluruh wilayah Indonesia melalui pengembangan jaringan agen.

Saat ini, perusahaan pembiayaan milik negara tersebut telah menggandeng sekitar 275.000 agen yang tersebar hingga ke berbagai pelosok daerah.

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah mengatakan, Pegadaian berupaya memastikan layanan pembiayaan dapat diakses masyarakat dari Sabang hingga Merauke.

Baca juga: BNI Perkuat Sinergi dengan Pegadaian Lewat Tambahan Fasilitas Kredit Rp10 Triliun

"Pegadaian ada di semua titik wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dari Pulau Alor sampai Pulau Rote itu betul-betul ada. Di Rote itu ada unit kita juga. Di Sabang pun ada, di Papua sampai ujungnya Papua itu ada juga," tutur Eka dalam Podcast Tribunnews.com, Studio Tribunnews, Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2026).

Selain mengandalkan outlet resmi, Pegadaian juga memperluas jangkauan layanan melalui jaringan agen yang kini mencapai ratusan ribu mitra.

"Kita mengelola saat ini ada 275.000 orang. Bisa ada yang perorang, ada yang kelompok juga. Yang kelompok mungkin dia koperasi atau apa yang jadi agen kita, itu bisa juga masuk di sana gitu," ungkapnya. 

Eka menjelaskan, outlet Pegadaian umumnya berada di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Di kota besar seperti Jakarta, dalam satu kelurahan bahkan bisa terdapat beberapa unit layanan Pegadaian.

Sementara di luar Pulau Jawa, Pegadaian memastikan setidaknya memiliki titik layanan di tingkat kabupaten. Apabila terdapat wilayah pemekaran yang belum memiliki outlet, layanan tetap dihadirkan melalui agen.

"Seandainya pun ada mungkin ada wilayah yang pemekaran misalnya di situ belum ada, minimal kita sudah bentuk agen di sana. Jadi intinya memang Pegadaian hadir untuk negeri dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.

Dalam operasionalnya, agen Pegadaian berperan sebagai perpanjangan tangan dari outlet resmi perusahaan. Eka menyebut terdapat tiga jenis agen yang melayani kebutuhan masyarakat.

Pertama adalah agen gadai yang dapat menerima barang gadai, melakukan pengujian, serta memberikan pinjaman secara langsung kepada nasabah.

Kedua adalah agen pemasar yang bertugas mencari nasabah dan melakukan referral ke outlet Pegadaian. Ketiga adalah agen pembayaran yang melayani berbagai transaksi seperti penebusan gadai, perpanjangan pinjaman, hingga pembelian atau tabungan emas.

"Sebetulnya pada prinsipnya apa yang dilakukan oleh agen ini adalah kepanjangan tangannya outlet Pegadaian," terang Eka.

Meski demikian, pengelolaan jaringan agen yang sebagian besar merupakan mitra non-organik juga memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga integritas dan kepercayaan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved