Sabtu, 25 April 2026

Cegah Antrean Mengular, Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Pasokan BBM di Kalbar

Suplai BBM ditambah hingga mencapai 140 persen dari kondisi normal dan meningkatkan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas. 

Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok, Pertamina Patra Niaga
Pertamina Patra Niaga menambah volume pasokan BBM ke SPBU untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan di Kalbar selama libur panjang. Suplai BBM ditambah hingga mencapai 140 persen dari kondisi normal dan meningkatkan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas.  

Ringkasan Berita:
  • Pertamina Patra Niaga menambah volume pasokan BBM ke SPBU untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan di Kalbar selama libur panjang.
  • Suplai BBM ditambah hingga mencapai 140 persen dari kondisi normal dan meningkatkan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas. 

 

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan distribusi dan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, berangsur kondusif, setelah terjadi antrean panjang di SPBU, Sabtu, 21 Maret 2026 lalu.

Antrean BBM terjadi di Pontianak dan menyebabkan sepeda motor dan mobil mengular di depan SPBU hingga jalanan hingga beberapa kilometer. Situasi ini memicu keluhan masyarakat terkait distribusi BBM di daerah tersebut.

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memastikan Integrated Terminal Pontianak beroperasi 24 jam dan menambah suplai BBM hingga mencapai 140 persen dari kondisi normal.

Perusahaan juga menambah armada mobil tangki dan meningkatkan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas serta memperkuat distribusi melalui pengawalan mobil tangki oleh aparat kepolisian (patwal) guna memastikan percepatan penyaluran dari titik suplai ke SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan penguatan distribusi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga dan pelayanan berjalan optimal.

“Suplai BBM di Kalimantan Barat terus kami tambah dan distribusikan secara maksimal. Dengan berbagai upaya percepatan yang dilakukan, kondisi saat ini mulai berangsur kondusif."

"Apabila dalam waktu singkat kembali habis dan antrean terjadi, maka hal tersebut menjadi indikasi adanya pola konsumsi yang tidak wajar yang perlu kita tangani bersama,” ujar Edi.

Pertamina Patra Niaga juga memperkuat sisi distribusi melalui pengaktifan tambahan nozzle di SPBU yang sebelumnya belum beroperasi, serta optimalisasi sistem pembelian melalui percepatan aktivasi QR Code untuk memastikan distribusi lebih tepat sasaran.

Baca juga: Cerita Sopir Taksi Online Gunakan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM yang Tak Pasti

Selain itu juga mengevaluasi opsi penyaluran lain pada kondisi tertentu untuk membantu memecah antrean di lapangan.

Khusus terhadap SPBU yang tidak melayani masyarakat pihaknya akan melakukan evaluasi operasional, termasuk memastikan ketersediaan stok dan kesiapan layanan. 

Pihaknya juga mendorong SPBU untuk tetap beroperasi optimal serta melakukan pengawasan lebih ketat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Secara umum, penyaluran BBM terus berjalan dengan realisasi yang tinggi dan ketersediaan stok dalam kondisi aman.

Namun masih terjadi konsentrasi antrean di SPBU tertentu akibat dinamika konsumsi yang tidak sepenuhnya normal, yang menyebabkan BBM yang telah disalurkan dalam jumlah besar dapat habis dalam waktu singkat.

Baca juga: Krisis BBM, Sejumlah Kuil di Thailand Beralih Gunakan Arang untuk Kremasi

Pertamina bersama Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum terus memperkuat koordinasi, termasuk dalam sosialisasi kepada masyarakat, serta penindakan terhadap praktik penimbunan dan aktivitas spekulan yang berpotensi mengganggu distribusi. Setiap indikasi penyimpangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan BBM dapat diakses secara adil oleh masyarakat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved