Iran Vs Amerika Memanas
Singapura Naikkan Tarif Listrik dan Gas Mulai April 2026
Singapura akan menaikkan tarif listrik dan gas mulai April hingga Juni 2026.
Ringkasan Berita:
- Singapura akan menaikkan tarif listrik dan gas April–Juni 2026 akibat kenaikan harga bahan bakar global.
- Tarif listrik akan naik 2,1 persen, sementara gas juga meningkat seiring ketergantungan besar pada impor gas alam.
- Otoritas setempat memperingatkan potensi kenaikan lebih lanjut di akhir tahun akibat dampak konflik Timur Tengah.
TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Singapura akan menaikkan tarif listrik dan gas mulai April hingga Juni 2026.
Kebijakan ini diberlakukan menyusul kenaikan harga bahan bakar global yang terus melonjak akibat perang di Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak global diperkirakan terus berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (31/3/2026), operator jaringan perusahaan energi SP Group mengatakan bahwa tarif listrik untuk rumah tangga akan naik sebesar 2,1 persen, menjadi 29,72 sen per kilowatt-jam (kWh).
Tagihan listrik bulanan rata-rata bagi mereka yang tinggal di flat HDB empat kamar akan meningkat sebesar $1,96.
Secara terpisah, City Energy mengatakan tarif gas akan naik dari April hingga Juni menjadi 23,89 sen per kWh, dari sebelumnya 23,63 sen per kWh.
Dalam sebuah pernyataan pada tanggal 31 Maret, Otoritas Pasar Energi (EMA) Singapura mengatakan bahwa tarif terbaru hanya sebagian terpengaruh oleh kenaikan harga bahan bakar.
Menurut EMA, sekitar 95 persen listrik Singapura dihasilkan dari gas alam impor, yang juga merupakan bahan baku utama untuk produksi gas kota.
Lembaga ini mengatur tarif listrik Singapura, yang ditinjau setiap tiga bulan berdasarkan biaya pembangkitan listrik dan harga gas alam.
Data terbaru Oktober 2025, sebanyak 63,4 persen rumah tangga membayar konsumsi listrik melalui tarif yang berlaku.
Sementara lebih dari 36 persen telah mendaftar untuk paket layanan dengan pengecer listrik.
Kurang dari 0,1 persen rumah tangga membeli listrik dengan harga grosir.
EMA menyatakan “Kenaikan biaya gas alam akan menyebabkan kenaikan harga listrik dan gas kota berlaku bagi semua konsumen di Singapura.”
Dampak dari kenaikan harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah diperkirakan baru akan terasa di hari-hari mendatang.
Tarif untuk setiap kuartal ditentukan berdasarkan biaya bahan bakar rata-rata dalam 2½ bulan pertama kuartal sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-pemandangan-malam-Little-India-Singapura.jpg)